Pelaku Usaha Optimistis Omzet Meningkat Selama Piala Dunia 2026
- 17 Jul 2026 10:35 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Pelaku usaha kedai kopi di Banda Aceh optimistis omzet penjualan akan terus meningkat seiring tingginya antusiasme masyarakat menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026. Memasuki babak semifinal, lonjakan jumlah pengunjung mulai dirasakan sejumlah kafe yang menggelar kegiatan nonton bareng (nobar).
Owner Joint Coffee Banda Aceh, Muhammad Zidan Al Hafidh, S.Ked., M.M., mengatakan peningkatan kunjungan mulai terlihat ketika kompetisi memasuki fase gugur hingga semifinal. Menurutnya, semakin sedikit tim yang bertanding, semakin tinggi pula antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertandingan bersama.
Dalam dialog khusus Banda Aceh Menyapa RRI Banda Aceh, Senin, 13 Juli 2026, Zidan menjelaskan bahwa selama fase grup peningkatan jumlah pelanggan masih relatif kecil. Namun, memasuki babak semifinal, jumlah pengunjung meningkat secara signifikan.
"Pada fase grup dampaknya sekitar lima sampai sepuluh persen. Namun menjelang semifinal terjadi peningkatan sekitar 30 persen karena masyarakat sudah memiliki tim yang didukung sehingga antusiasmenya jauh lebih besar," ujarnya.
Untuk mengakomodasi meningkatnya jumlah pengunjung, pihaknya menyiapkan berbagai strategi, mulai dari penataan area nonton bareng yang lebih nyaman, pemutaran tayangan pendukung sebelum pertandingan, hingga menambah stok makanan dan minuman agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi.
Menurut Zidan, kegiatan nobar di kedai kopi menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan menonton pertandingan di rumah karena menghadirkan suasana kebersamaan dan interaksi antar penonton.
"Kalau di warung kopi ada euforia, ada teman berdiskusi dan mendukung tim bersama. Itu yang membuat suasana lebih hidup dibandingkan menonton sendiri di rumah," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Bukhari Supios, mengingatkan pelaku usaha agar tetap menjaga kualitas produk dan pelayanan meskipun jumlah pelanggan meningkat selama penyelenggaraan Piala Dunia.
"Jangan karena sedang ramai lalu kualitas makanan dan pelayanan menurun. Kalau bisa kualitasnya ditingkatkan, minimal dipertahankan agar pelanggan tetap puas," ujarnya.
Bukhari mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program, seperti pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha, digitalisasi pemasaran, hingga pengembangan produk kreatif. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM sehingga tidak hanya bergantung pada momentum kegiatan tertentu.
Ia berharap tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia 2026 dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM di Kota Banda Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....