Mengenal Bungong Jeumpa yang Jadi Kebanggaan Masyarakat Aceh

  • 28 Jun 2024 20:31 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Ketika mendengar “Bungong Jeumpa” setiap orang akan mengingat Aceh, salah satu provinsi di ujung barat Indonesia. Kemegahan Lagu Bungong Jeumpa ini seolah telah tersebar hingga ke pelosok negeri, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hingga mancanegara. Bungong Jeumpa, selama ini dikenal sebagai lagu daerah Aceh, juga merupakan bunga kebanggaan masyarakat Aceh dan merupakan simbol semangat serta keindahan Tanah Aceh. Bunga ini sering diukirkan pada kayu dan bangunan-bangunan tradisional di provinsi tersebut.

Dikutip dari laman resmi djkn.kemenkeu.go.id, bagi sebagian orang jika mendengar bungong jempa mungkin hanya sebatas lagu daerah. Namun lebih dari itu, bungong jeumpa bagi kebudayaan aceh merupakan sebuah kemasyhuran. Bungong Jeumpa yang dikenal sebagai bunga cempaka atau bunga kantil banyak ditemukan di pulau Sumatera begitu pula di Aceh. Bagi masyarakat Aceh, bunga ini biasa ditanam di perkarangan rumah. Keharuman dari bunga ini juga sudah dijadikan sebagai salah satu varian baru dalam produk parfum lokal dan diminati banyak kalangan.

Keistimewaan bungong jempa juga dijadikan lagu daerah yang sering dinyanyikan baik langsung ataupun dinyanyikan sebagai musik pengiring dalam sebuah tarian. Lagu bungong jeumpa juga pernah di perdengarkan di kancah Internasional, mengiringi tarian “Ratoh Jaroe” pada Opening Ceremony Asian Games 2018. Berikut lirik dan arti lagu Bungong Jeumpa;

Bungong jeumpa bungong jeumpa, meugah di Aceh

(Bunga cempaka yang terkenal di Aceh)

Bungong teuleube, teuleube, indah lagoina

(Bunga yang sangat indah rupanya)

Bungong jeumpa bungong jeumpa, meugah di Aceh

(Bunga cempaka yang terkenal di Aceh)

Bungong teuleube, teuleube, indah lagoina

(Bunga yang sangat indah rupanya)

Puteh kuneng.. meujampu mirah

(Warna putih, kuning, bercampur dengan warna merah)

Bungong si ulah indah lagoina

(Setangkai bunga yang indah sekali)

Puteh kuneng.. meujampu mirah

(Warna putih, kuning, bercampur dengan warna merah)

Bungong si ulah indah lagoina

(Bunga yang sangat indah rupanya)

Dikutip dari laman kebudayaan.kemendikbud.go.id, Bungong jeumpa lebih dari sekedar bunga yang indah karena keberadaannya telah mempengaruhi banyak hal dalam kebudayaan Aceh, mulai dari upacara tradisi hingga ukiran pada bangunan, jeumpa turut memberi nilai estetika.

Orang Aceh sering menggunakan Jeumpa untuk berbagai kepentingan. Warnanya yang cantik dan menarik; putih, kuning, dengan campuran hijau serta aromanya yang khas dan tidak dimiliki bunga lain. Dalam tradisi masyarakat Aceh, Jeumpa dijadikan simbol keindahan. Jeumpa dijadikan bagian dari kelengkapan upacara tradisi karena keharumannya. Dalam upacara perkawinan, kuncup Jeumpa dijadikan hiasan kepala dara baro (pengantin). Selain itu Jeumpa juga dijadikan campuran pada air di dalam mundam dalam upacara manoe pucok, tradisi memandikan mempelai perempuan menjelang hari ijab-kabul pernikahannya. Kelopak-kelopak Jeumpa dilepaskan dari tangkainya dicampurkan dengan aneka bunga berwarna-warni lainnya ke dalam mundam.

Jeumpa dijadikan campuran wewangian air untuk ziarah makam. Dalam tradisi masyarakat Aceh, ziarah makam diikuti dengan menyiram makam sebanyak tiga kali dari ujung kepala ke ujung kaki dengan menggunakan air yang telah dicampurkan dengan bunga-bunga yang harum, salah satunya adalah Jeumpa, ditambahkan mawar, melati, seulanga, dan bunga lainnya yang tersedia. Bungong Jeumpa turut dalam rangkaian kehidupan masyarakat Aceh, yang memberi pengaruh dan menjelma dalam kehidupan masyarakatnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....