KNTI Sabang Petakan Hak Nelayan Tradisional

  • 06 Okt 2026 23:49 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Sabang menggelar pemetaan partisipatif dan hak-hak nelayan tradisional Sabang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pendataan kondisi dan kepentingan nelayan tradisional di wilayah pesisir Kota Sabang.

Ketua KNTI Kota Sabang, Azwarni, mengatakan pemetaan partisipatif menjadi bagian penting dalam menghimpun informasi terkait kehidupan dan aktivitas nelayan tradisional. Kegiatan tersebut juga melibatkan pihak terkait, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sabang.

“Pemetaan partisipatif dan hak-hak nelayan tradisional Sabang menjadi bagian dari upaya menghimpun data mengenai kondisi nelayan tradisional. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai keberadaan dan kepentingan nelayan tradisional di Kota Sabang,” kata Azwarni, Selasa 6 Oktober 2026.

Pemetaan partisipatif dilakukan dengan melibatkan nelayan sebagai pihak yang mengetahui langsung kondisi wilayah dan aktivitas mereka. Data yang dihimpun dapat menjadi bahan dalam melihat persoalan serta kebutuhan nelayan tradisional di lapangan.

“Data mengenai wilayah dan hak nelayan tradisional penting untuk dihimpun sebagai bahan dalam memperjuangkan kepentingan nelayan. Kami berharap proses pemetaan dapat menghasilkan data yang bermanfaat bagi nelayan tradisional dan pemangku kepentingan di Kota Sabang,” tambahnya.

Kegiatan pemetaan partisipatif dan hak-hak nelayan tradisional Sabang dilaksanakan di Sunset Coffee, Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya. KNTI Kota Sabang mengundang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sabang dalam kegiatan tersebut.

Pemetaan partisipatif menjadi salah satu upaya untuk mendokumentasikan kondisi nelayan tradisional berdasarkan informasi dari masyarakat yang menjalankan aktivitas perikanan secara langsung. Hasil pendataan diharapkan dapat menjadi bahan pembahasan bersama dalam memperhatikan keberadaan dan kepentingan nelayan tradisional di Sabang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....