Pemko Sabang Perkuat Upaya Stabilkan Harga Pangan
- 05 Okt 2026 23:13 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Pemerintah Kota Sabang memperkuat upaya pengendalian harga pangan menyusul kenaikan tiga komoditas selama dua pekan berturut-turut, yakni cabai merah, udang basah dan cabai rawit. Langkah tersebut dilakukan melalui pemantauan harga dan sejumlah intervensi untuk menjaga kestabilan harga serta daya beli masyarakat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Sabang, Rinaldi Syahputra, S.E., M.T., mengatakan perkembangan harga pangan perlu dipantau secara berkala agar kenaikan sejumlah komoditas tidak berkembang menjadi tekanan terhadap inflasi daerah. Komoditas yang mengalami kenaikan perlu segera diidentifikasi penyebabnya sehingga intervensi yang dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kita terus melihat perkembangan harga di lapangan. Komoditas yang mengalami kenaikan perlu menjadi perhatian dan kita siapkan langkah intervensi sesuai kondisi yang ada,” kata Rinaldi, Senin 5 Oktober 2026.
Berdasarkan materi Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Kementerian Dalam Negeri 5 Oktober 2026, Indeks Perkembangan Harga atau IPH Kota Sabang pada Minggu I Oktober tercatat sebesar 0,38 persen. Tiga komoditas yang menjadi perhatian karena mengalami kenaikan dua minggu berturut-turut adalah cabai merah, udang basah dan cabai rawit.
Rinaldi mengatakan kenaikan harga yang berlangsung secara berkelanjutan perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi pengeluaran masyarakat. Pemerintah daerah akan melihat perkembangan masing-masing komoditas sebelum menentukan bentuk intervensi yang diperlukan. “Untuk komoditas yang naik dua minggu berturut-turut, kita perlu melihat penyebabnya dan menentukan intervensi yang tepat. Jangan sampai kenaikan ini berlanjut dan memberi tekanan lebih besar kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Sabang, Toibah Rusli, S.Kom., mengatakan Pemko Sabang telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan. Upaya tersebut meliputi operasi pasar, kerja sama antardaerah, inspeksi ke pasar, gerakan menanam serta pemanfaatan Belanja Tidak Terduga atau BTT sesuai ketentuan.
“Beberapa langkah sudah kita lakukan, mulai dari operasi pasar, kerja sama, pemantauan langsung ke pasar, gerakan menanam sampai melihat kemungkinan penggunaan BTT sesuai ketentuan,” kata Toibah.
Toibah menjelaskan pemantauan harga dilakukan untuk melihat perkembangan pasokan dan distribusi komoditas di pasar. Informasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi kenaikan harga.
“Yang paling penting sekarang adalah pemantauan. Kita melihat komoditas mana yang mengalami kenaikan, kemudian apa penyebabnya dan bagaimana intervensi yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Selain perkembangan harga pangan, Rakor Pengendalian Inflasi juga membahas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM serta tarif angkutan udara. Kedua aspek tersebut menjadi perhatian karena biaya transportasi dapat memengaruhi biaya distribusi barang dan jasa di Kota Sabang.
Sebagai daerah kepulauan, kelancaran transportasi menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan ketersediaan dan harga komoditas di pasar. Karena itu, perkembangan biaya angkutan turut diperhatikan dalam upaya pengendalian inflasi daerah.
Rakor juga membahas permohonan bantuan pelaksanaan inspeksi dan penilaian kesesuaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG oleh Satgas Makan Bergizi Gratis atau MBG kabupaten/kota. Agenda tersebut menjadi bagian dari koordinasi pemerintah daerah bersama jajaran terkait dalam mendukung pelaksanaan program MBG.
Rinaldi mengatakan pengendalian inflasi membutuhkan keterlibatan lintas sektor karena pergerakan harga dipengaruhi berbagai faktor. Pemantauan harga, ketersediaan pasokan, distribusi dan kebijakan intervensi perlu dilakukan secara terpadu agar langkah pemerintah daerah lebih tepat sasaran.
“Pengendalian inflasi ini perlu dilakukan bersama. Kita tidak hanya melihat harga, tetapi juga pasokan, distribusi dan faktor lain yang memengaruhi harga di masyarakat,” jelasnya.
Pemko Sabang selanjutnya akan memantau perkembangan harga komoditas pangan secara berkala, terutama cabai merah, cabai rawit dan udang basah. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah intervensi sesuai kondisi di pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....