Bawaslu Sabang Edukasi Demokrasi lewat Program 'Goes to School'

  • 01 Okt 2026 14:59 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Sabang mendorong pendidikan demokrasi sejak lingkungan sekolah melalui program Bawaslu Kota Sabang Goes to School. Edukasi ini menyasar pelajar yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.

Ketua Bawaslu Kota Sabang, Kurdinar, mengatakan sekolah menjadi salah satu ruang yang tepat untuk mengenalkan praktik demokrasi kepada generasi muda. Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang digelar oleh SMA 2 Sabang, dapat menjadi pengalaman awal bagi siswa dalam memahami proses memilih secara langsung.

“Pemilihan Ketua OSIS merupakan salah satu bentuk pembelajaran demokrasi yang sangat dekat dengan kehidupan siswa. Dari sini, mereka dapat belajar bagaimana menggunakan hak pilih, menghargai perbedaan pilihan, dan menerima hasil pemilihan secara demokratis,” ujar Kurdinar Kamis 1 Oktober 2026.

Dikatakannya, demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pemilu yang diselenggarakan pemerintah. Lingkungan sekolah juga memiliki ruang bagi siswa untuk belajar menentukan pilihan, menghargai perbedaan serta menerima hasil pemilihan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada sejumlah prinsip dalam menentukan pilihan. Di antaranya melihat visi dan misi, rekam jejak, integritas serta kemampuan calon tanpa menjadikan kedekatan pertemanan sebagai satu-satunya pertimbangan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi karakter pemilih pemula pada Pemilu 2029. Bawaslu RI pada 2026 memang mendorong pendidikan politik hingga tingkat pelajar karena sebagian siswa yang saat ini berada di bangku sekolah akan memasuki usia pemilih pada 2029.

Kurdinar mengatakan, pemilih pemula perlu dibekali kemampuan untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Mereka juga perlu memahami informasi yang diterima agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Dari sekolah, demokrasi diperkenalkan. Dari pemilih pemula, masa depan demokrasi dipersiapkan,” katanya.

Persoalan informasi digital menjadi salah satu perhatian dalam pendidikan pemilih menjelang Pemilu 2029. Bawaslu RI menyebut perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, membawa tantangan berupa disinformasi, hoaks dan konten manipulatif yang dapat memengaruhi ruang informasi pemilih.

Karena itu, pelajar didorong untuk membiasakan diri memeriksa informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Kemampuan memilah informasi menjadi bagian dari kecakapan yang dibutuhkan calon pemilih di tengah tingginya penggunaan media sosial oleh generasi muda.

Bawaslu juga melihat pemilihan Ketua OSIS sebagai bentuk praktik demokrasi yang dekat dengan kehidupan pelajar. Sejumlah jajaran Bawaslu di daerah pada 2026 menggunakan pemilihan OSIS sebagai ruang pendidikan demokrasi bagi calon pemilih pemula.

Dalam proses tersebut, siswa tidak hanya belajar memberikan suara. Mereka juga dapat memahami pentingnya kebebasan menentukan pilihan, menghormati perbedaan dan menerima hasil pemilihan sesuai mekanisme yang telah disepakati.

Pendidikan demokrasi sejak sekolah juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pengawasan partisipatif. Bawaslu di sejumlah daerah mengembangkan program Goes to School untuk mengenalkan pengawasan pemilu dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga proses demokrasi.

Bagi Bawaslu Kota Sabang, pembekalan sejak sekolah memberikan waktu yang lebih panjang bagi pelajar untuk memahami demokrasi sebelum mereka menggunakan hak pilih dalam pemilu. Pengalaman mengikuti pemilihan di sekolah dapat menjadi pembelajaran awal sebelum memasuki ruang demokrasi yang lebih luas.

Program Bawaslu Kota Sabang Goes to School diharapkan tidak berhenti pada pengenalan teknis pemilihan. Edukasi diarahkan untuk membangun kebiasaan memilih secara sadar, memahami informasi, menghargai perbedaan dan ikut menjaga proses demokrasi.

Dengan demikian, pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS bukan hanya agenda pergantian kepengurusan organisasi siswa. Bagi calon pemilih pemula, proses tersebut menjadi salah satu ruang untuk mengenal praktik demokrasi sebelum menghadapi Pemilu 2029.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....