Waspada Gelombang Sedang hingga Tinggi landa Perairan Aceh
- 22 Sep 2026 00:14 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang sedang hingga tinggi landa perairan Aceh selama 4 hari, 21–24 September 2026. Gelombang dengan ketinggian 2,5 – 4 meter terjadi di perairan Selatan Simeulu Aceh.
Kondisi gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi di Perairan Sabang-Banda Aceh dan lintasan Aceh Barat Daya-Simeulue. Selain itu, kondisi serupa juga terjadi di periran Aceh Besar-Meulaboh serta Perairan Aceh Singkil-Pulau Banyak. Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama oleh nelayan dan pengguna transportasi laut yang beraktivitas di wilayah perairan tersebut.
Aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin, serta adanya daerah belokan angin dan konvergensi dapat mendukung aktivitas konvektif di wilayah Aceh. Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera dan Perairan timur Aceh juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer. Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh. Pola angin di Wilayah Perairan Aceh umumnya bergerak dari
Dalam info resmi di laman BMKG menyebutkan, kondisi atmosfer yang memengaruhi cuaca dan perairan Aceh antara lain aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin. Daerah belokan angin dan konvergensi juga dapat mendukung aktivitas konvektif yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera dan perairan timur Aceh berpotensi meningkatkan penguapan. Kondisi tersebut menambah kandungan uap air di atmosfer sehingga dapat mendukung pembentukan awan hujan.
Dari kondisi angin, pola angin di wilayah perairan Aceh umumnya bergerak dari Tenggara menuju Barat Daya. Kecepatan angin diperkirakan berkisar 02 hingga 25 Knot, dengan kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Sabang - Banda Aceh dan Perairan Selatan Simeulue.
Kombinasi kondisi atmosfer dan pola angin tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan sekaligus memengaruhi kondisi gelombang di sejumlah wilayah perairan Aceh. Karena itu, masyarakat yang akan melakukan aktivitas di laut diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan gelombang.
Nelayan, nakhoda, dan pengguna jasa transportasi laut diimbau memastikan kondisi kapal dan perlengkapan keselamatan sebelum berlayar. Alat komunikasi, mesin kapal, jaket keselamatan, serta perlengkapan darurat lainnya perlu dipastikan dalam kondisi baik dan siap digunakan.
Pelaut juga diminta tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca dan gelombang dinilai membahayakan. Informasi cuaca dan peringatan dini BMKG perlu dipantau secara berkala untuk menentukan waktu pelayaran yang lebih aman.
Keselamatan jiwa menjadi hal utama dalam menghadapi kondisi laut yang berpotensi memburuk. Masyarakat di wilayah pesisir dan pelaku pelayaran diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi BMKG selama periode potensi gelombang tinggi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....