Rencana Enam Gerai Indomaret Buka di Sabang Bikin Aliansi Ritel Bersuara

  • 17 Sep 2026 23:10 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Aliansi Ritel Kota Sabang meminta Pemerintah Kota Sabang membuka informasi secara transparan terkait rencana pendirian enam gerai Indomaret di sejumlah kawasan di Kota Sabang.

Enam lokasi yang disebut masuk dalam rencana tersebut yakni Iboih, Balohan, Jalan Perdagangan, kawasan Bypass, Cot Ba'u dan Paya Seunara. Aliansi meminta rencana itu dibuka kepada publik dan dibahas bersama pelaku usaha lokal.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Aliansi Ritel Kota Sabang membawa aspirasi pedagang lokal ke DPRK Sabang pada 16 September 2026. Langkah itu ditempuh setelah surat permohonan audiensi yang sebelumnya disampaikan kepada Pemerintah Kota Sabang disebut belum mendapat tanggapan.

Sekretaris Aliansi Ritel Kota Sabang, Hj. Erna, mengatakan persoalan tersebut bukan semata-mata penolakan terhadap investasi. Pedagang meminta keterbukaan informasi serta ruang dialog untuk menyampaikan kondisi usaha retail lokal.

“Kami bukan anti investasi. Kami meminta keterbukaan informasi, audiensi dan wadah penyampaian aspirasi pedagang retail Kota Sabang terkait rencana pemberian izin pendirian toko swalayan berjaringan di Kota Sabang oleh pemerintah kota,” ujar Erna, Kamis 17 September 2026.

Erna menjelaskan, rencana kehadiran retail berjaringan perlu dilihat dalam konteks ekosistem perdagangan Sabang. Kajian tidak hanya mempertimbangkan manfaat dari keberadaan gerai, tetapi juga kondisi warung, usaha mikro dan pedagang retail yang telah beroperasi.

Aliansi juga meminta kejelasan regulasi yang menjadi dasar pemberian izin operasional retail berjaringan di Kota Sabang. Aturan tersebut diharapkan berlaku secara adil terhadap seluruh jaringan retail.

“Kami meminta aturan yang berlaku untuk seluruh retail berjaringan, bukan hanya satu merek,” katanya.

Aliansi yang beranggotakan 146 pedagang tersebut juga meminta pemerintah mempertimbangkan karakteristik Sabang sebagai daerah kepulauan dengan jumlah penduduk dan pasar yang terbatas.

Sejumlah aspek yang dinilai perlu diperhatikan meliputi daya beli masyarakat, jumlah usaha mikro dan warung, pola perdagangan, lapangan kerja, rantai distribusi barang serta perputaran ekonomi antara Sabang dan Banda Aceh.

Erna mengatakan persoalan retail berjaringan membutuhkan kebijakan yang jelas dan tidak bersifat sementara. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempertimbangkan karakter serta kearifan lokal Sabang.

“Kami ingin persoalan ini diselesaikan secara permanen melalui kebijakan yang sesuai dengan karakter dan kearifan lokal Sabang,” ujarnya.

Dalam pernyataan tertulisnya, Aliansi Ritel Kota Sabang menyebut persoalan utama bukan mengenai boleh atau tidaknya Indomaret berusaha di Sabang.

“Bagi kami, persoalannya bukan apakah Indomaret boleh berusaha atau tidak. Persoalannya adalah apakah pola perdagangan yang kita bangun ke depan akan semakin memperkuat ekonomi masyarakat Sabang dan Aceh, atau justru secara perlahan memindahkan perputaran ekonomi keluar daerah,” demikian pernyataan Aliansi.

Aliansi berharap rencana pendirian enam gerai tersebut dibahas secara terbuka dengan melibatkan Pemerintah Kota Sabang, DPRK, pelaku usaha lokal dan pihak terkait lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Sabang belum memberikan tanggapan resmi mengenai permintaan audiensi maupun sikap Aliansi Ritel Kota Sabang terkait rencana pendirian enam gerai Indomaret.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....