Penyuluh Agama KUA di SabangTerpilih Jadi Delegasi Indonesia di AIMEP 2026
- 17 Sep 2026 08:50 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama atau KUA Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Nadiaturrahmi, S.Ag, terpilih sebagai salah satu delegasi Indonesia dalam Australia-Indonesia Muslim Exchange Program atau AIMEP 2026. Ia menjadi satu dari 12 perwakilan Indonesia yang akan mengikuti program yang dilaksanakan oleh Deakin University Australia, setelah bersaing dengan lebih dari 2.000 pendaftar dari seluruh Indonesia.
Nadiaturrahmi yang mulai bertugas sebagai Penyuluh Agama Islam di KUA Sukakarya sejak 2025 mengatakan, ketertarikannya pada profesi tersebut berawal dari kegemarannya berbicara di depan umum. Kegemaran itu kemudian ia salurkan melalui kegiatan penyuluhan agama dengan menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat.
"Basicnya karena saya suka ngomong, lebih lagi penyuluh agama Islam adalah sarana untuk saya dalam menyebarkan omongan-omongan baik. Profesi penyuluh agama bagi saya menjadi wadah untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat," ujar Nadiaturrahmi, Rabu 16 September 2026.
Nadiaturrahmi mengatakan, keikutsertaannya dalam AIMEP 2026 didorong keinginan untuk memperluas wawasan mengenai Islam dari perspektif masyarakat Australia. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menambah pemahaman mengenai keberagaman Islam dalam masyarakat multikultural sekaligus menjadi bekal dalam menjalankan tugas penyuluhan di Sabang.
"Jujur terkejut, saya tidak menyangka bisa terpilih sebagai delegasi Indonesia di antara 2.000 lebih pendaftar. Alhamdulillah, bersyukur," kata Nadiaturrahmi.
Nadiaturrahmi dijadwalkan berangkat ke Australia pada 17 September 2026 dan akan mengikuti rangkaian program di Melbourne dan Sydney. Saat ini, ia tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan keberangkatan, termasuk pengurusan visa dan dokumen pendukung lainnya.

Sementara itu Kepala KUA Kecamatan Sukakarya Nazar Fuadi Nur, S.H., M.H. mengatakan, keikutsertaan Nadiaturrahmi dalam program internasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Kota Sabang. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat memberikan wawasan baru yang nantinya bisa diterapkan dalam tugas penyuluhan agama di Sabang.
"Semoga dengan adanya penyuluh agama Sukakarya yang go-internasional menjadi ajang unjuk diri dalam memperkenalkan nilai-nilai keislaman sesuai tradisi kearifan Kota Sabang yang identik dengan pariwisata ke kancah internasional. Dan ini menjadi studi pembanding langsung terhadap nilai keislaman pada pemuda yang ada di Australia," ujar Nazar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....