Hari Kelima, Pencarian WN Malaysia di Perairan Iboih Belum Membuahkan Hasil

  • 15 Sep 2026 22:49 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Masuki hari ke lima pencarian WNA asal Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Shark Plateau Iboih, belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan memperluas pencarian hingga tujuh sampai delapan nautical mile dari lokasi kejadian ke arah barat daya.

Koordinator Pos SAR Sabang, Adrian Helmi, mengatakan Penyelaman melibatkan personel Basarnas bersama penyelam dari sejumlah dive center di kawasan Iboih. Pada hari ke lima ini pencarian tidak hanya dilakukan di permukaan, tetapi juga kembali menyasar sejumlah titik di bawah laut yang dinilai memiliki kemungkinan keberadaan korban.

“Hari ini kita melakukan penyisiran tujuh sampai delapan nautical mile dari TKP ke arah barat daya. Selain itu, kita juga menurunkan penyelam untuk melakukan penyelaman kembali di beberapa titik yang dicurigai,” kata Adrian Helmi, Selasa 15 September 2026.

Dari sejumlah lokasi, satu lokasi yang menjadi fokus sasaran pencarian pada hari kelima adalah kawasan Taman laut Rubiah. Tim penyelam menyisir perairan pada kedalaman sekitar 45 hingga 60 meter untuk mencari kemungkinan keberadaan korban.

Namun, hingga pencarian memasuki hari kelima, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Adrian menyebut penyelaman telah dilakukan secara maksimal sejak hari pertama korban dilaporkan hilang, tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Untuk saat ini belum ada tanda-tanda korban. Penyelaman juga sudah maksimal dilakukan dari hari awal kejadian sampai hari kelima ini, tetapi belum terlihat tanda-tanda korban,” ujarnya.

Operasi pencarian masih akan dilanjutkan hingga hari ketujuh sesuai rencana Basarnas. Dalam pencarian tersebut, tim membawa satu unit rigid inflatable boat atau RIB, dua set scuba lengkap, serta berbagai perlengkapan pendukung operasi di perairan.

Cuaca selama pelaksanaan operasi relatif mendukung, sehingga tim dapat memperluas penyisiran di permukaan maupun melakukan penyelaman. Kendala utama justru berada di bawah laut, dengan jarak pandang atau visibility yang hanya berkisar 0,5 hingga satu meter sehingga menyulitkan penyelam menemukan korban di kedalaman.

"Sejak operasi dimulai, sekitar 50 hingga 80 penyelam gabungan telah terlibat dalam upaya pencarian. Mereka berasal dari dive center di Iboih, penyelam lokal, penyelam dari Banda Aceh termasuk dua penyelam Basarnas Banda Aceh, serta penyelam wisata yang turut melakukan pemantauan di sekitar area pencarian," kata Adrian.

Perluasan area penyelaman dilakukan secara bertahap sejak hari ketiga, dari lokasi awal di Shark Plateau dan sekitarnya menuju Batee Tokong, Shark Trip, Shark Point, hingga Notrubiah pada hari kelima. Tim SAR gabungan memastikan pencarian terus dimaksimalkan dengan memperluas penyisiran, sembari menyesuaikan kondisi laut dan menjaga keselamatan seluruh personel yang terlibat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....