Perairan Aceh Berpotensi Diterjang Gelombang hingga 4 Meter
- 16 Sep 2026 00:58 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Aceh selama tiga hari, 15–17 September 2026. Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Aceh Besar-Meulaboh, dan perairan selatan Simeulue.
Selain gelombang tinggi, kondisi gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi di Perairan Aceh Barat Daya-Simeulue, Perairan Utara Pidie Jaya-Aceh Besar, serta Perairan Aceh Singkil-Pulau Banyak. Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama oleh nelayan dan pengguna transportasi laut yang beraktivitas di wilayah perairan tersebut.
Dalam info resmi di laman BMKG menyebutkan, kondisi atmosfer yang memengaruhi cuaca dan perairan Aceh antara lain aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin. Daerah belokan angin dan konvergensi juga dapat mendukung aktivitas konvektif yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera dan perairan timur Aceh berpotensi meningkatkan penguapan. Kondisi tersebut menambah kandungan uap air di atmosfer sehingga dapat mendukung pembentukan awan hujan.
Dari kondisi angin, pola angin di wilayah perairan Aceh umumnya bergerak dari arah Barat hingga Barat Daya. Kecepatan angin diperkirakan berkisar 4 hingga 28 knot, dengan kecepatan tertinggi terpantau di Perairan Sabang-Banda Aceh dan Perairan Aceh Besar-Meulaboh.
Kombinasi kondisi atmosfer dan pola angin tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan sekaligus memengaruhi kondisi gelombang di sejumlah wilayah perairan Aceh. Karena itu, masyarakat yang akan melakukan aktivitas di laut diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan gelombang.
Nelayan, nakhoda, dan pengguna jasa transportasi laut diimbau memastikan kondisi kapal dan perlengkapan keselamatan sebelum berlayar. Alat komunikasi, mesin kapal, jaket keselamatan, serta perlengkapan darurat lainnya perlu dipastikan dalam kondisi baik dan siap digunakan.
Pelaut juga diminta tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca dan gelombang dinilai membahayakan. Informasi cuaca dan peringatan dini BMKG perlu dipantau secara berkala untuk menentukan waktu pelayaran yang lebih aman.
Keselamatan jiwa menjadi hal utama dalam menghadapi kondisi laut yang berpotensi memburuk. Masyarakat di wilayah pesisir dan pelaku pelayaran diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi BMKG selama periode potensi gelombang tinggi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....