PTQ Baitussalihin Cetak Hafiz Berprestasi hingga Tingkat Nasional

  • 05 Sep 2026 13:30 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Aceh Besar – Pesantren Tahfizul Qur’an (PTQ) Baitussalihin terus menunjukkan kiprahnya dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berprestasi. Lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Masjid Jamik Baitusshalihin Ulee Kareng ini tidak hanya fokus pada pembinaan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mendorong santri untuk berprestasi di bidang akademik maupun ekstrakurikuler.

Pesantren Baitusshalihin berdiri pada Oktober 2018. Sejak awal berdiri hingga sekarang, pesantren tersebut dipimpin oleh Tgk. Rizki Maulizar, MA. Di bawah kepemimpinannya, PTQ Baitussalihin berhasil mengukir berbagai prestasi yang membanggakan dalam pengembangan potensi santri.

Sejak 2022 hingga saat ini, para santri PTQ Baitussalihin telah menorehkan sejumlah prestasi di berbagai ajang. Capaian tersebut menjadi bukti keseriusan pesantren dalam membina santri, khususnya dalam bidang Al-Qur’an. Prestasi di tingkat nasional juga berhasil diraih oleh santri PTQ Baitussalihin. Pada 2024, santri pesantren tersebut berhasil lolos mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional di Kalimantan Timur pada cabang Tahfiz 20 Juz.

Capaian tersebut kembali berlanjut pada 2026. PTQ Baitussalihin kembali akan mengirimkan santri untuk mengikuti MTQ tingkat nasional yang akan diselenggarakan pada 11–20 September 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Dalam ajang nasional tersebut, santri PTQ Baitussalihin akan berkompetisi pada cabang Tahfiz 20 Juz Putra tingkat SMA serta cabang Tartil Putra untuk tingkat SMP.

Pimpinan PTQ Baitussalihin, Tgk. Rizki Maulizar, MA, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program pembinaan yang dirancang secara khusus untuk mendukung lahirnya para Hafizul Qur’an. Menurutnya, dukungan terhadap santri dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan kurikulum, pengaturan jam belajar, penyediaan tenaga pendidik, hingga penggunaan buku-buku penunjang dalam proses pembelajaran di lingkungan pesantren.

“Seluruh komponen tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan santri, baik dalam menghafal maupun memahami dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujar Tgk. Rizki,

Ia menegaskan, prestasi yang telah diraih para santri hendaknya tidak membuat mereka cepat berpuas diri. Sebaliknya, setiap pencapaian harus menjadi motivasi untuk terus belajar dengan lebih serius, disiplin dan bersungguh-sungguh.

Para santri juga didorong untuk terus meningkatkan kemampuan agar mampu berkompetisi pada level yang lebih tinggi, mulai dari cabang Tahfiz 10 Juz, 20 Juz hingga 30 Juz. Lebih dari sekadar mengejar jumlah hafalan, Tgk. Rizki menyebut pembelajaran Al-Qur’an di PTQ Baitussalihin juga diarahkan pada penguatan kualitas bacaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an.

Santri dipersiapkan untuk mempelajari sanadisasi Al-Qur’an yang bersambung kepada Rasulullah SAW. Selain itu, pesantren juga memiliki program Qira’at Sab’ah yang diharapkan dapat memperkuat kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an dengan berbagai riwayat bacaan yang bersumber dari Rasulullah SAW.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya PTQ Baitussalihin untuk melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik dan benar serta memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Tgk. Rizki berharap berbagai prestasi yang telah diraih PTQ Baitussalihin dapat menjadi inspirasi bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat hafalan dan mengembangkan potensi diri.

“Prestasi yang diraih selama ini hendaknya menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan dan mengukir prestasi di berbagai ajang,” harapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....