Basarnas Dorong Sekolah di Aceh Miliki Sistem Keselamatan Mandiri
- 04 Sep 2026 08:12 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh mendorong sekolah dan madrasah di Aceh memiliki sistem keselamatan yang mampu menangani kondisi darurat sebelum bantuan dari luar tiba.
Gagasan tersebut dibahas dalam forum koordinasi pengembangan Program Sekolah Siaga Keselamatan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh, Kamis 3 September 2026. Pertemuan itu melibatkan Kanwil Kementerian Agama Aceh, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Aceh serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh.
Kepala Kantor Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, mengatakan sekolah perlu memiliki kemampuan melakukan pencegahan, kesiapsiagaan hingga respons awal ketika terjadi keadaan darurat.
“Sekolah diharapkan memiliki sistem keselamatan internal yang mampu mendukung upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga respons awal ketika terjadi keadaan darurat,” kata Al Hussain.
Menurut Al Hussain, kebutuhan tersebut penting karena sejumlah wilayah Aceh memiliki risiko bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor dan abrasi. Kondisi bangunan sekolah, termasuk gedung lama dan bangunan bertingkat di kawasan rawan bencana, juga perlu dipetakan untuk mengetahui tingkat kerentanannya.
Asesmen nantinya tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan dan lingkungan sekolah, tetapi juga mempertimbangkan riwayat kejadian bencana di wilayah tersebut. Hasil pemetaan menjadi dasar menentukan kebutuhan keselamatan masing-masing satuan pendidikan.
Basarnas juga mendorong tersedianya fasilitas keselamatan dasar seperti alat pemadam api ringan, penguatan Unit Kesehatan Sekolah serta responder bag untuk mendukung pertolongan pertama dan proses evakuasi.
Selain sarana, warga sekolah akan dibekali edukasi dan latihan evakuasi berdasarkan potensi ancaman di wilayah masing-masing. Pengetahuan keselamatan juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan simulasi, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan dan aktivitas pembelajaran di sekolah.
Banda Aceh dan Aceh Besar direncanakan menjadi wilayah percontohan untuk penerapan asesmen kerentanan fisik dan lingkungan satuan pendidikan. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi sebelum program dikembangkan ke sekolah lainnya.
Basarnas bersama instansi pendidikan juga membahas wacana sertifikasi keselamatan sebagai tolok ukur bagi satuan pendidikan yang telah memenuhi standar keselamatan tertentu.
Program tersebut diarahkan untuk membangun sekolah yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga memiliki warga sekolah yang tahu harus berbuat apa ketika situasi darurat terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....