Jembatan Kuta Blang Capai 92,8 Persen, Ditargetkan Berfungsi 20 September

  • 31 Agt 2026 23:32 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum atau Jembatan Kuta Blang di lintas nasional Banda Aceh-Medan, Kabupaten Bireuen, terus dikebut dan kini mencapai 92,8 persen.

Hingga Minggu 30 Agustus 2026, pembangunan jembatan permanen tersebut telah memasuki tahap akhir berupa pekerjaan finishing sebelum ditargetkan dapat dilalui kendaraan pada 20 September 2026.

Perkembangan tersebut berdasarkan informasi terbaru Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh. Pekerjaan dilaksanakan kontraktor utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama mitra lokal PT Krueng Meuh.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi Aceh pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Isnanda, S.T., mengatakan sejumlah pekerjaan akhir terus dilakukan secara bertahap.

Pekerjaan tersebut meliputi pengecoran parapet, pemasangan expansion joint atau siar muai, penyelesaian trotoar hingga pengaspalan lantai jembatan.

“Pada tahap saat ini, pekerjaan pengecoran lantai jembatan terakhir telah selesai dilaksanakan. Selanjutnya, sambil menunggu tercapainya umur beton sesuai persyaratan sebelum jembatan dapat difungsikan untuk lalu lintas kendaraan, pekerjaan penyelesaian atau finishing tetap dilaksanakan secara bertahap,” kata Isnanda.

Ia menjelaskan, pengaspalan lantai jembatan telah mulai dikerjakan sejak 29 Agustus 2026. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan persyaratan teknis dan kekuatan struktur.

Menurut Isnanda, seluruh tahapan pekerjaan dilakukan secara simultan dan terukur untuk mengejar target fungsional jembatan. Pembukaan bagi lalu lintas tetap mempertimbangkan kesiapan seluruh struktur dan pemenuhan persyaratan teknis.

Jembatan Krueng Tingkeum ditargetkan dapat berfungsi dan dilalui kendaraan pada 20 September 2026. Target tersebut dapat tercapai apabila seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana dan tidak menghadapi kendala berarti di lapangan.

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Dr. Safrizal ZA, mengapresiasi percepatan pembangunan jembatan yang menjadi bagian penting dalam pemulihan infrastruktur Aceh.

Menurut Safrizal, capaian 92,8 persen menunjukkan pembangunan telah memasuki tahapan penting dan semakin mendekati penyelesaian. Ia juga mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum, kontraktor utama serta mitra lokal yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.

“Kami dari Satgas PRR tentu memberikan apresiasi terhadap Kementerian Pekerjaan Umum yang bekerja keras melaksanakan pembangunan jembatan tersebut. Apresiasi juga kami berikan kepada kontraktor utama dan mitra lokalnya,” ujar Safrizal.

Ia mengatakan, keberadaan Jembatan Krueng Tingkeum memiliki arti strategis bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Aceh.

Jembatan Kuta Blang berada pada jalur nasional Banda Aceh-Medan yang menjadi salah satu jalur utama transportasi darat di kawasan pantai timur Aceh. Jalur tersebut menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota serta menjadi akses bagi kendaraan masyarakat dan angkutan barang.

Karena itu, penyelesaian jembatan permanen tersebut diharapkan dapat memulihkan kelancaran arus transportasi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Safrizal menegaskan, Satgas PRR Aceh akan terus memantau perkembangan pembangunan infrastruktur strategis yang menjadi bagian dari agenda rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Kita berharap pekerjaan dapat terus berjalan sesuai target dan seluruh tahapan teknis dapat diselesaikan dengan baik. Yang paling penting, ketika difungsikan nantinya, jembatan harus memenuhi standar keselamatan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya.

Dengan progres 92,8 persen, pekerjaan pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum kini difokuskan pada sejumlah bagian akhir. Penyelesaian parapet, expansion joint, trotoar, pengaspalan serta pekerjaan pendukung lainnya menjadi tahapan penting sebelum jembatan dibuka untuk kendaraan.

Pihak pelaksana juga memastikan umur dan kekuatan beton memenuhi persyaratan teknis sebelum jembatan difungsikan. Tahapan tersebut diperlukan untuk menjamin keamanan dan kelayakan struktur saat digunakan masyarakat.

Apabila seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal, Jembatan Krueng Tingkeum ditargetkan mulai berfungsi pada 20 September 2026. Penyelesaian jembatan ini diharapkan memperkuat kembali konektivitas Banda Aceh-Medan serta mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pantai timur Aceh.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....