Keuchik Balohan Minta Jalan Cot GT Dibangun Segera, Jangan Tunggu 2028

  • 31 Agt 2026 16:39 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang- Rencana pembangunan kembali ruas Jalan Balohan-Anoi Itam di kawasan Cot Bak Geutom atau Cot GT yang baru diperkirakan terealisasi pada 2028 dinilai terlalu lama. Pasalnya, kerusakan akibat longsor di jalur penghubung dua gampong tersebut telah berlangsung sekitar dua tahun, sementara kini aksesnya harus ditutup karena membahayakan pengguna jalan.

Keuchik Gampong Balohan, Abdullah Imum, S.Sos., meminta pemerintah segera mencari solusi agar masyarakat tidak terlalu lama kehilangan akses yang selama ini menjadi jalur penting antara Balohan dan Anoi Itam.

Menurut Abdullah, penutupan jalan memang diperlukan untuk mencegah kecelakaan. Namun, keputusan tersebut harus segera diikuti langkah konkret untuk mempercepat pembangunan kembali ruas jalan.

“Jangan sekadar tutup ini. Harus cepat dicari jalan keluar. Jangan BPKS saja, gubernur, wali kota maupun Kementerian PUPR juga harus menjadi perhatian,” kata Abdullah, Senin 31 Agustus 2026.

Ia mengatakan, persoalan kerusakan Jalan Cot GT bukan kejadian baru. Kondisi longsor telah berlangsung sekitar dua tahun dan selama itu pula masyarakat tetap menggunakan akses tersebut sebelum akhirnya ditutup karena dinilai semakin berisiko.

Abdullah menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah karena jalan memiliki fungsi strategis bagi mobilitas masyarakat.

Selain menghubungkan Gampong Balohan dan Anoi Itam, ruas tersebut juga menjadi akses warga menuju kawasan perkebunan.

Setelah jalan ditutup, masyarakat yang sebelumnya hanya menempuh sekitar satu kilometer kini harus menggunakan jalur alternatif dengan jarak sekitar tujuh hingga delapan kilometer lebih.

Menurut Abdullah, kondisi itu menambah waktu dan beban perjalanan warga, terutama masyarakat yang menggunakan jalan tersebut untuk aktivitas sehari-hari dan menuju kebun.

Ia meminta persoalan anggaran tidak menjadi alasan sehingga pembangunan harus menunggu hingga 2028. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat dinilai perlu duduk bersama untuk mencari sumber pembiayaan yang memungkinkan pekerjaan dipercepat.

“Masalah uang dari mana, itu urusan pemerintah. Yang penting pembangunan jalan dan penggunaannya bisa normal kembali,” ujarnya.

Abdullah juga meminta penanganan Jalan Cot GT tidak hanya dibebankan kepada Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Menurutnya, Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Aceh hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat perlu ikut mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

Ia berharap pemerintah tidak menjadikan 2028 sebagai satu-satunya pilihan waktu pembangunan, mengingat masyarakat telah menghadapi kerusakan jalan selama bertahun-tahun dan kini harus kehilangan akses langsung akibat penutupan.

“Yang penting pembangunan jalan dan penggunaan jalan bisa normal kembali, untuk kelancaran warga ke kebun dan menghubungkan dua kampung,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....