Garis Polisi Terpasang di Tugu KM 0 Sabang, Ini Alasannya

  • 25 Agt 2026 22:12 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Garis polisi terpasang di sekitar Tugu Kilometer Nol Indonesia di Kota Sabang, Selasa 25 Agustus 2026. Pemasangan tersebut dilakukan untuk mengamankan area selama proses pembongkaran ornamen besi berbentuk lingkaran angka nol.

Keberadaan garis polisi sempat menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke salah satu ikon wisata utama Kota Sabang tersebut. Pengamanan dilakukan bukan karena adanya perkara pidana, melainkan untuk mencegah wisatawan mendekati area yang dinilai berpotensi membahayakan.

Kapolsek Sukakarya, Ipda Hairul Saleh Ritonga, S.H., mengatakan ornamen besi lingkaran angka nol sudah mengalami penurunan kondisi. Struktur tersebut disebut mulai bergoyang dan sejumlah bagian materialnya telah rapuh serta berpotensi terlepas.

“Besi lingkaran angka nol itu sedang dilakukan pembongkaran karena posisinya sudah bergoyang dan banyak serpihannya yang jatuh,” ujar Ipda Hairul Saleh Ritonga saat dikonfirmasi awak media, Selasa 25 Agustus 2026.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama kepolisian untuk membatasi akses pengunjung ke sekitar titik pembongkaran. Langkah ini dinilai penting karena kawasan Tugu KM 0 tetap menjadi salah satu lokasi yang ramai didatangi wisatawan.

Pemasangan garis polisi sekaligus menjadi penanda bagi pengunjung agar tidak melewati batas aman selama proses pembongkaran berlangsung. Kepolisian mengingatkan wisatawan tidak memaksakan diri mendekati ornamen untuk mengambil gambar dari jarak dekat.

“Demi keamanan masyarakat dan wisatawan, area tersebut kami beri garis polisi,” katanya.

Kepolisian juga meminta pengunjung memperhatikan kondisi di sekitar lokasi, terutama saat melakukan aktivitas swafoto atau mengambil dokumentasi. Wisatawan diharapkan mengikuti batas pengamanan yang telah ditetapkan hingga proses pembongkaran selesai.

Himbauan tersebut penting mengingat Tugu KM 0 memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Sabang. Mengabadikan momen di sekitar tugu menjadi salah satu aktivitas yang hampir selalu dilakukan pengunjung ketika berada di kawasan tersebut.

Dengan adanya pembongkaran ornamen, aktivitas wisata di sekitar tugu untuk sementara perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan. Pengunjung tetap dapat menikmati kawasan tersebut, tetapi diminta tidak mendekati bagian yang sedang dikerjakan.

“Kami mengimbau para pengunjung dan wisatawan untuk lebih berhati-hati saat mengambil foto atau dokumentasi di lokasi Tugu KM 0,” ujar Ipda Hairul.

Ia menegaskan keselamatan pengunjung menjadi perhatian selama proses pembongkaran ornamen berlangsung. Kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan garis pembatas yang telah dipasang.

Ornamen lingkaran angka nol sendiri menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas visual Tugu KM 0 Sabang. Karena itu, kondisi fisik ornamen perlu menjadi perhatian agar keberadaannya tetap dapat mendukung kawasan wisata tersebut secara aman.

Bagi wisatawan, Tugu KM 0 bukan sekadar lokasi penanda geografis. Tempat ini juga menjadi salah satu destinasi yang menawarkan pengalaman simbolis bagi pengunjung karena berada di kawasan paling barat Indonesia.

Kawasan Tugu KM 0 selama ini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan ketika berkunjung ke Sabang. Pengunjung dari berbagai daerah menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat berfoto sekaligus penanda bahwa mereka telah mencapai titik paling barat Indonesia.

Karena itu, pengamanan selama proses pembongkaran menjadi penting untuk memastikan kegiatan perbaikan tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat. Pengunjung diharapkan bersabar dan mematuhi seluruh pembatas yang dipasang sampai kondisi lokasi kembali dinyatakan aman.

“Untuk sementara kami minta masyarakat dan wisatawan lebih berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....