Kakao Sabang Berpeluang Jadi Destinasi Agrowisata

  • 25 Agt 2026 22:11 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Pengembangan kakao di Kota Sabang tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi dan industri olahan cokelat. Komoditas tersebut juga dinilai memiliki peluang dikembangkan sebagai bagian dari destinasi agrowisata.

Ketua Produksi Cokelat Sabang, Melan Metadiansyah mengatakan konsep agrowisata kakao mulai dikembangkan dengan menghubungkan kebun petani dengan industri pengolahan cokelat. Konsep tersebut mempertemukan aktivitas perkebunan kakao dengan pengalaman wisatawan melihat langsung proses pengolahan cokelat, mulai dari kebun hingga menjadi produk siap konsumsi.

Wisatawan nantinya dapat melihat tanaman kakao, mempelajari proses panen dan pengolahan biji, hingga membuat produk cokelat sendiri untuk dibawa pulang. “Pengalaman melihat buah kakao secara langsung sampai proses menjadi cokelat menjadi sesuatu yang menarik bagi wisatawan,” ujar Melan dalam dialog berjaringan RRI Sabang, Rabu 19 Agustus 2026.

Menurutnya, konsep tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Kebun tidak hanya menjadi tempat produksi bahan baku, tetapi juga dapat menjadi lokasi kunjungan wisata yang menghasilkan pendapatan tambahan.

Sementara itu Penyuluh Dinas Pertanian Kota Sabang, Muzakkir, turut mendorong petani menata kebun kakao agar lebih menarik dan layak dikunjungi wisatawan. Ia mengatakan, kebun kakao yang dirawat dengan baik memiliki daya tarik tersendiri, selain menghasilkan buah secara berkala, kebun dapat memberikan pengalaman edukatif bagi masyarakat yang selama ini belum mengenal tanaman kakao secara langsung.

Muzakir juga mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya kakao. Menurutnya, beberapa pohon kakao di sekitar rumah tetap dapat menghasilkan buah yang kemudian dijual kepada pengolah.

Pengembangan agrowisata kakao juga dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru, mulai dari petani, tenaga kerja pengolahan, pelaku usaha wisata hingga produk oleh-oleh khas Sabang.

Cokelat Sabang saat ini telah mengembangkan sejumlah produk olahan kakao. Produk tersebut mencakup cokelat dan bubuk kakao, serta berbagai inovasi yang masih dalam tahap pengembangan.

Melan mengatakan tantangan utama pengembangan industri kakao Sabang saat ini adalah ketersediaan bahan baku dan teknologi pengolahan.

Peningkatan produksi kakao petani perlu terus dilakukan agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang juga terus berkembang. Di sisi lain, pengembangan teknologi diperlukan untuk menjaga kualitas produk, terutama dalam proses pengolahan, pengaturan suhu dan penyimpanan.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, penyuluh, petani dan pelaku industri dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kakao Sabang. Pengembangan kakao dari kebun menuju industri dan agrowisata diharapkan mampu memperkuat identitas Sabang sebagai daerah wisata sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis komoditas lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....