Seuramoe Heritage Dorong Generasi Muda Melek Sejarah

  • 25 Agt 2026 16:29 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Komunitas Seuramoe Heritage mendorong generasi muda Aceh untuk lebih mengenal sejarah dan warisan budaya daerah melalui pengalaman langsung mengunjungi situs-situs bersejarah. Upaya ini dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap identitas dan perjalanan sejarah Aceh.

Ketua Inisiator dan Koordinator Seuramoe Heritage, Wahidul, mengatakan pengenalan sejarah tidak cukup hanya dengan memahami berbagai peristiwa masa lalu. Generasi muda juga perlu mengambil nilai, hikmah, dan keteladanan dari sejarah untuk diterapkan dalam kehidupan masa kini.

“Bagaimana kita seminimal mungkin berdamai dengan sejarah itu sendiri. Bukan suatu hal yang menakutkan, tetapi bagaimana kita bisa memetik nilai-nilai dan hikmah supaya bisa kita transformasikan hari ini,” kata Wahidul dalam Dialog Ngobras RRI Banda Aceh, Selasa 18 Agustus 2026.

Menurut Wahidul, perkembangan teknologi digital telah memberikan kemudahan bagi generasi muda untuk mengakses informasi sejarah. Namun, derasnya informasi di media sosial perlu diimbangi dengan kemampuan memilah dan memverifikasi informasi agar tidak menimbulkan pemahaman yang keliru terhadap sejarah.

Ia menilai Aceh memiliki peran penting dalam perjalanan peradaban Nusantara dan Indonesia. Karena itu, generasi muda perlu memahami sejarah secara utuh dan melihat keterkaitan berbagai peristiwa, mulai dari masa kesultanan, kolonialisme, hingga perjuangan kemerdekaan.

Sementara itu, Ketua Tim Pemateri Field Trip Seuramoe Heritage, Wan Santana Aji Chaidesar, mengatakan tantangan dalam mengenalkan sejarah kepada generasi muda semakin besar di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi di ruang digital.

Menurutnya, sejarah harus disampaikan dengan pendekatan yang menarik dan relevan agar mampu menjangkau generasi muda yang setiap hari terpapar berbagai konten digital.

“Kecepatan informasi itu juga dibarengi dengan disinformasi. Kita ingin memberikan pemahaman bahwa orang Aceh punya kontribusi besar terhadap peradaban Nusantara, khususnya Indonesia,” ujar Wan Santana Aji.

Seuramoe Heritage juga mengajak generasi muda tidak hanya mengenal situs sejarah, tetapi ikut menjaga keberadaannya sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya Aceh. Dalam kegiatan field trip, peserta diajak menjaga kebersihan lingkungan dengan membawa tumbler dan memungut sampah di lokasi kunjungan.

Wahidul berharap pelestarian sejarah dan budaya Aceh ke depan dapat melibatkan lebih banyak pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, akademisi, sekolah, hingga masyarakat.

Ia mengatakan peserta field trip juga memberikan sejumlah masukan terkait pengelolaan ruang publik di Banda Aceh. Salah satunya adalah gagasan menghubungkan jalur jogging track dari Taman Sari, Gunongan, Putroe Phang, Taman Bustanussalatin hingga Blang Padang.

“Terhadap public space yang sudah kita kunjungi, ada masukan dari peserta, misalnya kalau ada jogging track yang saling terkoneksi dari Taman Sari, Gunongan, Putroe Phang, Taman Bustanussalatin sampai Blang Padang,” katanya.

Seuramoe Heritage membuka ruang kolaborasi bagi komunitas, akademisi, sekolah, pemerintah, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sejarah dan budaya Aceh. Kegiatan field trip berikutnya direncanakan kembali digelar pada akhir Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....