Orang Tua Diminta Ajarkan Mitigasi Bencana tanpa Menakuti Anak

  • 25 Agt 2026 15:50 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Orang tua di Aceh diminta mengajarkan mitigasi bencana kepada anak sejak dini tanpa menimbulkan rasa takut atau trauma. Edukasi kebencanaan perlu diarahkan untuk membangun kemampuan anak dalam menyelamatkan diri dan membantu orang lain saat bencana terjadi.

Dewan Pembina Yayasan Rumah Lentera Habibi, Amrina Habibi, S.H., M.H., mengatakan edukasi mitigasi bencana bukan untuk menakut-nakuti anak, melainkan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat.

“Tujuannya bukan membuat anak trauma dengan peristiwa tsunami, tetapi jika tsunami datang lagi, anak bisa menolong dirinya dan temannya,” kata Amrina dalam Dialog IDOLA, Minggu 23 Agustus 2026.

Amrina menjelaskan, orang tua perlu memahami informasi kebencanaan terlebih dahulu sebelum menyampaikannya kepada anak. Pengetahuan tersebut kemudian dapat diberikan dengan bahasa sederhana, sesuai usia dan kemampuan anak dalam memahami situasi.

Ia menyarankan orang tua mengenalkan jalur evakuasi dari rumah, sekolah, maupun tempat yang sering dikunjungi. Keluarga juga perlu menentukan titik kumpul dan memastikan seluruh anggota keluarga mengetahuinya.

Anak perlu dibekali pemahaman mengenai tindakan yang harus dilakukan saat gempa, termasuk konsep drop, cover, hold on. Jika terdapat ancaman tsunami, anak juga harus mengetahui pentingnya segera menuju tempat yang lebih tinggi setelah merasakan gempa kuat atau mendapat peringatan tsunami.

“Jangan sampai anak takut, tetapi mereka harus tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Menurut Amrina, edukasi mitigasi dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan melalui permainan, lagu, gambar, cerita, dan simulasi. Metode tersebut dinilai membuat informasi kebencanaan lebih mudah diterima dan diingat oleh anak.

Ia juga mendorong sekolah melaksanakan simulasi evakuasi secara berkala. Sementara itu, orang tua dapat mengajak anak mengenali jalur dan titik evakuasi dalam aktivitas sehari-hari agar mereka terbiasa dan tidak panik ketika menghadapi bencana.

Amrina menegaskan, Aceh merupakan wilayah yang memiliki risiko berbagai bencana sehingga kesiapsiagaan perlu dibangun sejak dini. Literasi mitigasi bencana, menurutnya, harus dipahami dan diterapkan oleh seluruh masyarakat sebagai bagian dari kesiapsiagaan dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....