BPBD Banda Aceh Perkuat Kesiapsiagaan Anak Hadapi Bencana

  • 25 Agt 2026 15:49 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh terus memperkuat edukasi dan kesiapsiagaan bencana bagi anak melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Upaya ini dilakukan agar anak memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menyelamatkan diri saat bencana terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Banda Aceh, Nurrahman, mengatakan pendidikan mitigasi bencana perlu diberikan sejak usia dini. Menurutnya, anak harus dibekali pemahaman tentang langkah yang tepat untuk melindungi diri dan mengikuti prosedur evakuasi ketika menghadapi bencana.

“Mitigasi bukan hanya tugas guru atau orang tua, tetapi harus ditanamkan sejak dini dari diri sendiri,” kata Nurrahman dalam Dialog IDOLA, Minggu 23 Agustus 2026.

Nurrahman menyebutkan, sebanyak 17 sekolah di Banda Aceh telah menerapkan program SPAB. Penetapan sekolah tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan wilayah yang memiliki risiko bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami.

Menurutnya, BPBD terlebih dahulu memberikan edukasi dan pelatihan kepada guru. Langkah tersebut penting karena guru merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan siswa dan memiliki peran penting dalam mengarahkan mereka ketika bencana terjadi.

“Yang kami didik terlebih dahulu adalah guru. Ketika bencana terjadi, guru yang langsung berhubungan dengan murid,” ujarnya.

Untuk meningkatkan pemahaman anak, BPBD juga mengembangkan metode edukasi melalui permainan dan media digital. Pendekatan tersebut dinilai lebih menarik dan sesuai dengan karakter anak di era digital.

Selain SPAB, BPBD Banda Aceh mengembangkan program Desa Tangguh Bencana atau Destana serta mendorong terbentuknya keluarga tangguh bencana atau Katana. Program tersebut diharapkan dapat memperluas kesiapsiagaan bencana hingga ke lingkungan masyarakat dan keluarga.

Nurrahman menambahkan, sekitar 122 sekolah di Banda Aceh berada di kawasan rawan tsunami. Kondisi tersebut membuat edukasi dan simulasi mitigasi bencana perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Ia mengajak anak-anak untuk mengenali tanda-tanda bencana, mengetahui jalur evakuasi, serta selalu mengikuti arahan guru dan petugas ketika bencana terjadi. Dengan edukasi sejak dini, anak diharapkan tidak panik dan mampu mengambil tindakan yang tepat untuk menyelamatkan diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....