BMKG Prediksi Gelombang Tinggi 4 Meter di Sejumlah Perairan Aceh

  • 18 Agt 2026 14:34 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Aceh. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung pada 17 hingga 20 Agustus 2026, sehingga nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut diminta meningkatkan kewaspadaan.

BMKG memprakirakan gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter yang masuk dalam kategori gelombang tinggi terjadi di perairan Sabang-Banda Aceh bagian utara, perairan Aceh Besar-Meulaboh, perairan Aceh Singkil-Pulau Banyak, serta perairan selatan Simeulue.

Sementara itu, gelombang kategori sedang diprakirakan terjadi di perairan utara Pidie Jaya-Aceh Besar dan perairan Aceh Barat Daya-Simeulue. Kondisi ini perlu diperhatikan, terutama oleh nelayan dan pengguna transportasi laut yang akan melakukan aktivitas di wilayah tersebut.

Prakirawan BMKG, Nasyitah, menjelaskan, kondisi atmosfer di wilayah Aceh saat ini dipengaruhi adanya daerah belokan angin dan konvergensi yang dapat mendukung peningkatan aktivitas konvektif. “Kondisi tersebut berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan dan perubahan cuaca di sejumlah wilayah,” jelasnya, Selasa 18 Agustus 2026.

Pola angin di wilayah Aceh, kata Nayitah, secara umum bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya, dengan kecepatan angin berkisar 6 hingga 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Aceh Besar-Meulaboh, perairan Sabang-Banda Aceh, serta perairan utara Pidie Jaya-Aceh Besar.

“Angin dengan kecepatan cukup tinggi tersebut dapat memengaruhi kondisi gelombang laut, terutama di wilayah perairan yang telah diprakirakan mengalami gelombang tinggi,” ungkapnya.

BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang melakukan aktivitas di laut untuk memperhatikan informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum berangkat. Nelayan dengan kapal kecil juga diminta lebih berhati-hati karena gelombang tinggi dan angin kencang dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran.

“Masyarakat di wilayah pesisir juga diimbau terus memantau informasi dan peringatan dini BMKG, mengingat kondisi angin dan gelombang dapat berubah sewaktu-waktu,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....