BMKG: Gelombang Perairan Sabang Capai Empat Meter

  • 09 Agt 2026 21:05 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Cuaca di Kota Sabang dan sekitarnya pada 10 hingga 11 Agustus 2026 diprakirakan didominasi kondisi berawan hingga cerah berawan. Namun, masyarakat tetap diminta mewaspadai peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi di perairan Sabang–Banda Aceh.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maimun Saleh Sabang, Teguh Suprapto, mengatakan tinggi gelombang di perairan Sabang–Banda Aceh diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter. Kecepatan angin diperkirakan berkisar 15 hingga 30 knot, dengan arah angin dominan dari barat daya hingga barat.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di laut, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, karena peningkatan kecepatan angin dapat memicu kenaikan tinggi gelombang.” ujar Teguh Suprapto, Minggu 09 Agustus 2026.

Sementara di wilayah daratan, cuaca di Sukajaya, Sukakarya, dan Sukamakmue umumnya berawan pada pagi hingga malam hari, dengan kondisi cerah berawan pada siang hari. Suhu udara diprakirakan berkisar 25 hingga 32 derajat Celsius, sedangkan kelembapan berada pada kisaran 60 hingga 90 persen.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca terbaru, khususnya terkait potensi angin kencang dan gelombang tinggi, sebelum melakukan aktivitas di perairan. Keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap kegiatan pelayaran.” kata Teguh.

Berdasarkan prakiraan pasang surut, pasang naik pertama terjadi sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB dengan ketinggian 1,7 meter, sedangkan pasang naik berikutnya berlangsung pukul 24.00 hingga 01.00 WIB dengan ketinggian 1,6 meter. Sementara pasang surut diprakirakan terjadi pukul 05.00 hingga 06.00 WIB dengan ketinggian 0,3 meter dan pukul 18.00 hingga 19.00 WIB dengan ketinggian 0,1 meter.

BMKG mengingatkan nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang. Informasi cuaca terkini juga perlu dipantau secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi di perairan Sabang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....