Nelayan Sabang Pilih tidak Melaut akibat Cuaca Buruk

  • 07 Agt 2026 09:21 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Gelombang tinggi disertai angin kencang di perairan Sabang membuat sejumlah nelayan di Gampong Kuta Timu menunda aktivitas melaut. Mereka memilih menunggu kondisi laut kembali aman demi menjaga keselamatan saat mencari ikan.

Nelayan Gampong Kuta Timu, Dedi, mengatakan cuaca yang belum bersahabat membuat dirinya bersama nelayan lain memanfaatkan waktu untuk memperbaiki pukat yang rusak. Ia menyebut sebelum melaut para nelayan juga selalu memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi Windy guna memastikan kondisi perairan aman.

"Cuaca lagi buruk, jadi kami belum melaut dan memilih menjahit pukat yang koyak. Kalau cuaca seperti ini harga ikan bisa naik hampir Rp50 ribu per kilogram, sedangkan pada hari biasa sekitar Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram, dan kami baru kembali melaut setelah kondisi benar-benar aman," kata Dedi, Kamis 06 Agustus 2026.

Menurut para nelayan, tidak semua perahu tetap beroperasi saat cuaca buruk. Sebagian memilih menunda melaut hingga gelombang dan angin kembali normal agar terhindar dari risiko kecelakaan di laut.

Sementara itu, Panglima Laot Lhok Ie Meulee, Hasballah, mengimbau seluruh nelayan agar tidak memaksakan diri melaut ketika cuaca sedang buruk. Ia juga meminta nelayan selalu membawa dan menggunakan peralatan keselamatan sesuai anjuran pemerintah dan Panglima Laot setempat.

"Kami mengingatkan seluruh nelayan agar selalu berhati-hati ketika cuaca seperti ini. Gunakan dan bawa peralatan keselamatan yang telah dianjurkan pemerintah dan Panglima Laot setempat demi mengurangi risiko kecelakaan di laut," ujar Hasballah.

Para nelayan berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga aktivitas melaut dapat kembali dilakukan dengan aman. Mereka juga berharap hasil tangkapan kembali normal agar pendapatan nelayan meningkat dan pasokan ikan bagi masyarakat tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....