Distrik Navigasi Sabang Keluarkan Peringgatan Gelombang hingga Empat Meter

  • 06 Agt 2026 15:13 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Stasiun Radio Pantai (SROP) Sabang, Ulee Lheue dan Meulaboh menyiarkan informasi prakiraan tinggi gelombang laut yang diterima dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh. Penyiaran informasi tersebut dilakukan sebagai upaya penyebarluasan informasi keselamatan pelayaran kepada seluruh pengguna jasa transportasi laut, sesuai instruksi Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Sabang.

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Sabang, Dr. Capt. Tohara, M.M.Tr, mengatakan penyebarluasan informasi melalui SROP merupakan bagian dari langkah antisipatif untuk memastikan seluruh pelaku pelayaran memperoleh informasi cuaca laut secara cepat dan akurat. Menurutnya, informasi tersebut diharapkan menjadi acuan bagi nakhoda dan operator kapal dalam mengambil keputusan sebelum melakukan pelayaran.

"Berdasarkan Informasi Tinggi Gelombang Nomor: B/ME.01.02/PDGT/05/KBTJ/ VII/2026, yang berlaku mulai 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 9 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, BMKG memprakirakan tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di Perairan Sabang–Banda Aceh serta Perairan Aceh Besar–Meulaboh. Sementara itu, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di Perairan Utara Pidie Jaya–Aceh Besar," terang Capt. Tohara, Kamis 6 Agustus 2026.

Dr. Capt. Tohara menjelaskan, informasi prakiraan cuaca dan tinggi gelombang merupakan bagian penting dalam mendukung keselamatan pelayaran. Karena itu, pihaknya terus memastikan setiap informasi resmi dari BMKG segera diteruskan kepada seluruh pengguna jasa transportasi laut melalui jaringan komunikasi pelayaran yang tersedia.

"Kami mengimbau seluruh nakhoda, operator kapal, dan pengguna jasa pelayaran di wilayah Sabang, Banda Aceh, dan Aceh Besar agar senantiasa memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG. Selain itu, seluruh pihak agar dapat meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan aspek keselamatan selama periode berlakunya peringatan gelombang tinggi," Imbaunya.

Capt. Tohara menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait dalam menyampaikan informasi keselamatan pelayaran secara berkala. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan di laut sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut di wilayah Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....