BMKG: Panas Berkepanjangan di Sabang Dipengaruhi Musim Kemarau dan Dipole Mode

  • 31 Jul 2026 22:45 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sabang menyebut cuaca panas yang dirasakan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir merupakan kondisi yang normal terjadi pada musim kemarau. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya curah hujan dan udara yang semakin kering di wilayah Aceh, termasuk Kota Sabang.

Kepala BMKG Sabang, Teguh Suprapto, melalui Prakirawan stasiun meteorologi Sabang, Halomoan Nasution S.tr, menjelaskan fenomena El Nino saat ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap wilayah Sumatra bagian utara, termasuk Aceh. Menurutnya, kondisi cuaca di Aceh lebih banyak dipengaruhi oleh fenomena Dipole Mode yang berasal dari Samudera Hindia di sebelah barat Aceh.

"El Nino tidak memberikan pengaruh terhadap wilayah Sumatra terutama bagian utara termasuk Aceh. Wilayah Aceh lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi Dipole Mode yang berasal dari Samudera Hindia di sebelah barat Aceh," ujar Moan, Jumat 31 Juli 2026.

Ia menjelaskan, saat ini Aceh, termasuk Sabang, telah memasuki musim kemarau sehingga terjadi penurunan curah hujan yang cukup signifikan. Selain itu, kelembaban udara pada berbagai lapisan atmosfer di wilayah Aceh juga berada dalam kondisi sangat kering.

"Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat dalam sekitar tiga minggu terakhir merasakan suhu udara yang cukup panas disertai udara yang kering. Hal ini merupakan karakteristik yang umum terjadi pada periode musim kemarau di wilayah Aceh," jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat agar menjaga kondisi kesehatan dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh serta mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari apabila tidak mendesak. Masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan akibat kondisi vegetasi yang lebih mudah mengering.

BMKG Sabang akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan menyampaikan informasi cuaca terkini kepada masyarakat. Warga diharapkan mengikuti informasi resmi BMKG sebagai acuan dalam beraktivitas, terutama selama periode musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....