Pasokan Lancar, Harga Ayam di Sabang Masih Stabil

  • 31 Jul 2026 20:21 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Harga daging ayam potong di Kota Sabang masih bertahan stabil pada akhir Juli 2026. Kondisi tersebut ditopang oleh daya beli masyarakat yang dinilai masih normal serta pasokan ayam dari Banda Aceh yang tetap berjalan, meski distribusi sesekali terkendala jadwal penyeberangan.

Salah seorang pedagang ayam di Pasar Kota Sabang, Sarjan, mengatakan hingga kini belum terjadi lonjakan harga maupun penurunan permintaan yang signifikan.

Ia menjelaskan, jumlah penjualan setiap hari bergantung pada permintaan konsumen. Dalam kondisi normal, penjualan berkisar antara 80 hingga 100 ekor ayam per hari.

"Kadang terjual 80 ekor, kadang 90, bahkan bisa lebih dari 100 ekor. Itu tergantung pesanan dan ukuran ayam yang diminta pembeli," ujarnya Jumat 31 Juli 2026.

Sarjan mengatakan harga ayam juga bervariasi sesuai ukuran. Ayam berukuran kecil dijual sekitar Rp65 ribu per ekor, ukuran sedang Rp70 ribu hingga Rp75 ribu, sedangkan ayam berukuran jumbo mencapai Rp80 ribu per ekor.

Meski kondisi pasar relatif stabil, ia mengakui distribusi ayam ke Sabang masih bergantung pada kelancaran transportasi laut dari Banda Aceh. Ketika kapal pengangkut tidak beroperasi selama satu hingga dua hari, pasokan dapat mengalami keterlambatan.

"Kendalanya tetap ada, terutama kalau tidak ada kapal dari Banda Aceh. Kalau satu sampai dua hari tidak ada penyeberangan, pasokan tentu ikut terlambat," katanya.

Namun demikian, Sarjan memastikan stok ayam yang tersedia saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga belum mempengaruhi harga di tingkat pedagang.

Ia juga belum dapat memprediksi kondisi harga dalam beberapa pekan ke depan karena sangat bergantung pada kelancaran distribusi serta kondisi cuaca.

"Kami belum bisa memprediksi ke depan. Kalau terjadi gangguan seperti cuaca buruk atau distribusi terhambat, tentu bisa berpengaruh. Tapi untuk sementara harga masih aman dan belum ada kenaikan," ujarnya.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sabang, M. Nasir, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok, termasuk komoditas unggas, di pasar-pasar tradisional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga akibat gangguan distribusi maupun faktor cuaca.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....