BKK Sabang Dorong Penanganan Sampah di Kawasan Pelabuhan

  • 31 Jul 2026 19:14 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Sabang mendorong percepatan penanganan tumpukan sampah di kawasan pelabuhan setelah hasil pengawasan menemukan kondisi yang berpotensi mencemari lingkungan. Tumpukan sampah tersebut juga dinilai dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit di wilayah yang masuk dalam buffer pengawasan BKK.

Plt.Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sabang melalui Petugas BKK Kelas II Sabang, Hadi, mengatakan pengelolaan sampah di kawasan pelabuhan merupakan tanggung jawab otoritas pelabuhan. Karena itu, BKK akan berkoordinasi agar sampah segera dibersihkan dan dikelola sesuai ketentuan demi mencegah dampak kesehatan bagi masyarakat.

"Karena ini mencemari lingkungan dan menjadi sumber penyakit. Harapan kami kepada otoritas pelabuhan, sampah ini dapat dibersihkan sesuai prosedur agar tidak mencemari lingkungan," kata Hadi.

Selain melakukan pengawasan, BKK Kelas II Sabang juga melaksanakan pengendalian vektor melalui penyemprotan (spraying) setelah hasil survei menunjukkan tingkat kepadatan lalat di kawasan pelabuhan tergolong tinggi. Namun, upaya tersebut dinilai tidak akan optimal apabila tumpukan sampah masih dibiarkan.

Entomolog Kesehatan BKK Kelas II Sabang, Teuku Firman, mengatakan pengendalian lalat dilakukan untuk menekan risiko penyebaran penyakit di kawasan pelabuhan. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tetap menjadi langkah utama agar sumber berkembang biaknya vektor dapat dihilangkan.

"Hasil survei menunjukkan tingkat kepadatan lalat tinggi. Sesuai Permenkes, kami melakukan pengendalian lalat dengan spraying untuk menekan populasi vektor tersebut. Namun, sampah harus segera dikelola dengan lebih baik agar masalah tidak terus berulang," ujar Teuku Firman.

BKK Kelas II Sabang berharap otoritas pelabuhan, instansi terkait, dan masyarakat dapat bersama-sama meningkatkan pengelolaan sampah di kawasan pelabuhan. Dengan lingkungan yang lebih bersih, risiko pencemaran dan penyebaran penyakit di kawasan pelabuhan diharapkan dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....