Orang Tua Diminta Perkuat Literasi Digital Cegah Anak Terjerat Judi Online
- 20 Jul 2026 07:59 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Orang tua diminta meningkatkan literasi digital dan memperkuat pendampingan terhadap anak dalam penggunaan gawai guna mencegah paparan judi online yang kini semakin mudah diakses melalui berbagai platform digital. Kepala Bidang E-Government Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Asna Mardhiah, S.STP., mengatakan ancaman judi online terhadap anak semakin serius karena kemudahan akses perangkat digital yang tidak diimbangi dengan edukasi dan pengawasan orang tua.
"Fenomena ini berawal dari mudahnya anak mendapatkan akses perangkat digital, tetapi tidak dibarengi dengan literasi digital yang memadai. Anak akhirnya mudah terpapar iklan maupun tautan judi online melalui media sosial dan pergaulan," kata Asna dalam dialog Indonesia Layak Anak (IDOLA) RRI Banda Aceh, Minggu, 12 Juli 2026.
Menurutnya anak usia sekolah dasar, terutama kelas lima dan enam, mulai menjadi kelompok yang rentan terpapar judi online karena sebagian telah memiliki gawai pribadi. Penggunaan fitur parental control saja belum cukup melindungi anak dari berbagai konten negatif di internet.
Selain meningkatkan pemahaman teknologi, Asna juga mengajak para orang tua untuk terus belajar agar tidak tertinggal dari kemampuan digital anak.
"Kalau untuk orang tua, ayo tingkatkan literasi kita. Kita harus bisa lebih maju dari anak. Tidak ada yang sulit selama kita masih mau belajar," katanya.
Sementara itu, Psikolog Klinis Anak dan Remaja sekaligus pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Wida Yulia Viridanda, M.Psi., Psikolog., menjelaskan anak dan remaja secara psikologis lebih rentan menjadi sasaran judi online karena kemampuan mengendalikan emosi dan mengambil keputusan belum berkembang secara optimal.
"Anak dan remaja masih memiliki kemampuan kontrol diri yang belum matang sehingga lebih mudah tergoda oleh berbagai konten maupun tawaran yang muncul di internet," ujar Wida.
Ia menambahkan kecanduan judi online maupun penggunaan gawai yang tidak sehat dapat berdampak pada perubahan perilaku anak, seperti lebih sering menyendiri, sulit mengendalikan emosi, prestasi belajar menurun hingga mengalami gangguan fungsi sosial. Langkah paling efektif bukan sekadar melarang penggunaan gawai, tetapi membangun komunikasi terbuka dan pendampingan yang konsisten di lingkungan keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....