Pascaledakan KMP Aceh Hebat 2, ASDP Komit Benahi Program Magang Taruna

  • 05 Jul 2026 06:38 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program magang taruna pelayaran pascainsiden ledakan ruang mesin KMP Aceh Hebat 2.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan evaluasi tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat aspek keselamatan pelayaran.

"Evaluasi ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan secara berkelanjutan," kata Andri sebagaimana dilansir dari Kantor Berita Antara, 4 Juli 2026.

Menurutnya, program magang taruna merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia di sektor transportasi penyeberangan. Karena itu, keselamatan seluruh peserta magang menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaannya.

Pasca insiden, ASDP bersama seluruh pihak terkait melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pelaksanaan program, mulai dari prosedur keselamatan kerja, pembekalan peserta, pendampingan selama praktik, hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Ke depan, ASDP akan memperkuat budaya keselamatan melalui peningkatan kepatuhan terhadap prosedur operasional, penguatan mitigasi risiko, peningkatan kompetensi personel, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap seluruh aktivitas operasional, termasuk pelaksanaan program magang di atas kapal.

"Setiap pembelajaran dari suatu kejadian menjadi momentum bagi ASDP untuk terus memperkuat sistem keselamatan sehingga seluruh aktivitas operasional dapat berjalan semakin aman, andal, dan memberikan rasa aman bagi seluruh pihak yang terlibat," ujarnya.

Insiden ledakan terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada 12 Juni 2026. Peristiwa itu mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar, terdiri atas 14 taruna Politeknik Pelayaran Malahayati yang sedang mengikuti program magang dan seorang anak buah kapal.

Dari jumlah tersebut, per 4 Juli 2026, tiga taruna meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, sementara korban lainnya masih menjalani proses pemulihan.

Sementara itu, Pengelola Kehumasan Politeknik Pelayaran Malahayati, Andriyan, mengatakan program praktik di atas kapal merupakan bagian dari kurikulum pendidikan dan akan tetap dilaksanakan setelah melalui evaluasi.

Menurutnya, saat ini pihak kampus masih memprioritaskan pemulihan seluruh taruna yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

"Kami fokus pada pemulihan korban. Semoga semuanya segera pulih dan dapat melanjutkan pendidikan serta meraih cita-citanya," kata Andriyan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....