Korban Jiwa Ledakan Mesin KMP Aceh Hebat 2 Bertambah Menjadi Tiga Orang

  • 02 Jul 2026 08:05 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Insiden ledakan KMP Aceh Hebat 2 kembali membawa kabar duka. Setelah sebelumnya dua taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dinyatakan meninggal dunia, satu korban lainnya akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dengan demikian, jumlah korban meninggal dalam peristiwa tersebut bertambah menjadi tiga orang.

Seorang taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Muhammad Zulfikar, meninggal dunia setelah hampir tiga pekan menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

Kabar duka tersebut disampaikan General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh Andri Setiawan Rabu 1 Juni 2026. Ia mengatakan Muhammad Zulfikar menghembuskan napas terakhir pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

"Atas nama Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Kami berdoa semoga almarhum mendapat tempat terbaik, serta keluarga diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan menghadapi cobaan ini," ujar Andri sebagaimana dilansir Kantor berita Antara.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Muhammad Zulfikar dipulangkan ke rumah duka di Kabupaten Pidie, Aceh, untuk selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga.

Kepergian Muhammad Zulfikar menambah panjang daftar korban meninggal akibat ledakan KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, pertengahan Juni silam.

Ledakan yang terjadi di bagian kamar mesin kapal rute Banda Aceh-Sabang tersebut menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar. Sebanyak 14 korban merupakan taruna Poltekpel Malahayati yang sedang menjalani praktik, sementara satu korban lainnya merupakan anak buah kapal (ABK) KMP Aceh Hebat 2.

Dari total korban, tiga taruna kini telah meninggal dunia. Sebelumnya, Fahri Herdi Eko asal Medan dan Muhammad Bilal Ramzi dari Sabang, juga dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.

ASDP menyampaikan proses penanganan korban terus dilakukan sejak awal kejadian, termasuk pendampingan terhadap keluarga korban serta koordinasi dengan rumah sakit dan instansi terkait.

"Karena itu, sejak insiden terjadi ASDP terus hadir mendampingi proses penanganan korban, berkoordinasi dengan rumah sakit dan seluruh instansi terkait, serta mengawal kebutuhan keluarga, termasuk hingga proses pemulangan jenazah serta pemakaman," kata Andri.

Ia menegaskan aspek keselamatan menjadi perhatian utama ASDP. Perusahaan tersebut juga mendukung proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti insiden itu.

"Setiap pembelajaran dari peristiwa ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan layanan penyeberangan," tutup Andri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....