Keluhan Tiket Online Banda Aceh-Sabang Cepat Habis, ini Kata ASDP

  • 30 Jun 2026 12:46 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Masa momentum libur sekolah tahun 2026 ini, permintaan tiket online Ferizy rute Banda Aceh menuju Sabang dan sebaliknya melonjak tajam. Akibatnya, kuota tiket cepat ludes sehingga memicu keluhan dari sejumlah calon penumpang.

Menanggapi situasi tersebut, General Manager PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menjelaskan bahwa fenomena ini murni dipicu oleh tingginya animo masyarakat yang ingin berlibur ke Pulau Weh.

"Terkait layanan tiket online lintas Banda Aceh-Sabang, saat ini memang terjadi peningkatan permintaan yang cukup signifikan seiring momen libur sekolah dan meningkatnya kunjungan wisata ke Sabang," ujar Andri, Saat dikonfirmasi RRI, Selasa 30 Juni 2026.

Andri meluruskan anggapan bahwa habisnya tiket disebabkan oleh kerusakan sistem aplikasi. Ia menegaskan, faktor utama keterbatasan ini adalah kapasitas angkut kapal yang wajib mematuhi standar keselamatan pelayaran internasional.

Terlebih lagi, saat ini jalur penyeberangan tersebut praktis hanya dilayani oleh satu armada, yaitu KMP BRR.

"Ini bukan mengenai sistem, tetapi berkaitan dengan kapasitas penumpang di atas kapal," tegasnya.

Menurut Andri, jumlah tiket yang dilepas ke publik dikunci berdasarkan ketersediaan tempat duduk (seat) dan ketersediaan alat keselamatan di atas kapal.

Kuota tersebut tidak hanya dialokasikan untuk penumpang pejalan kaki, tetapi juga harus dibagi secara proporsional dengan kendaraan roda dua, mobil pribadi, bus, hingga truk logistik.

Sistem e-ticketing ini sebenarnya diterapkan demi kenyamanan pengguna jasa, yakni untuk memastikan kepastian jadwal, mengatur manifes sesuai daya angkut, serta menciptakan proses penyeberangan yang lebih tertib dan aman.

Meski demikian, manajemen ASDP tidak menutup mata terhadap kendala yang masih dihadapi masyarakat dan berkomitmen mengevaluasi pelayanan.

"ASDP bersama para pemangku kepentingan terkait terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara bertahap, baik dari sisi sistem layanan maupun pengelolaan operasional di lapangan, agar masyarakat dan wisatawan dapat memperoleh layanan yang semakin baik," pungkas Andri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....