Olah TKP Selesai, Police Line KMP Aceh Hebat 2 Segera Dicabut

  • 30 Jun 2026 08:32 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh masih mendalami penyebab ledakan di KMP Aceh Hebat 2. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 12 orang saksi dan masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Aceh Kombes Pol Andre Librian mengatakan, proses penyidikan kasus tersebut terus berjalan. Tim penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang mengetahui kejadian maupun berada di lokasi saat insiden berlangsung.

"Kasus ledakan di KMP Aceh Hebat 2 sudah dalam tahap penyidikan. Tim telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, juga beberapa korban yang sudah bisa dimintai keterangan," kata Andre saat konferensi pers di Meuligoe Polda Aceh, Senin, 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan, 12 saksi yang diperiksa berasal dari beberapa unsur, mulai dari petugas ASDP yang berada di kapal saat kejadian, dua pelajar yang menjadi saksi, hingga pihak sekolah.

"Pemeriksaan dilakukan terhadap petugas ASDP yang ada di kapal pada saat itu, kemudian dua anak sekolah yang kebetulan tidak ikut turun ke ruangan mesin, serta pihak sekolah," jelasnya.

Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta bantuan Labfor untuk mengetahui penyebab pasti ledakan.

Namun, hingga kini hasil pemeriksaan laboratorium tersebut belum diterima oleh penyidik.

"Kami masih menunggu hasil uji Labfor. Nanti setelah hasilnya keluar akan kami informasikan," kata Andre.

Menurutnya, penyidik masih membuka berbagai kemungkinan terkait penyebab insiden tersebut, termasuk dugaan adanya unsur kelalaian. Pendalaman masih dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan temuan di lapangan.

"Untuk penyebabnya masih kita dalami dulu," ujarnya.

Andre memastikan proses olah TKP telah selesai dilakukan. Dengan selesainya tahapan tersebut, garis polisi di lokasi kejadian akan segera dicabut dan kapal dapat diserahkan kembali kepada pihak ASDP.

"Untuk olah TKP telah selesai. Langkah berikutnya kita akan mencopot police line karena proses olah TKP sudah selesai. Penggunaannya nanti kami serahkan kepada ASDP," katanya.

Ia menjelaskan, KMP Aceh Hebat 2 dapat dilakukan pemeriksaan teknis maupun perbaikan oleh pihak ASDP sebelum hasil Labfor keluar. Hal tersebut dimungkinkan karena seluruh barang bukti yang berkaitan dengan penyelidikan telah dikumpulkan penyidik.

Meski demikian, keputusan pengoperasian kembali kapal sepenuhnya berada pada pihak ASDP setelah memastikan kondisi kapal aman untuk melayani penyeberangan.

"Apabila masih ditemukan kerusakan akibat ledakan, tentu akan diperbaiki terlebih dahulu. Setelah dipastikan aman, barulah kapal dapat dioperasikan kembali," jelas Andre.

Sebelumnya, ledakan terjadi di KMP Aceh Hebat 2 yang melayani rute penyeberangan menuju wilayah kepulauan. Peristiwa tersebut mendapat perhatian karena melibatkan kapal transportasi publik yang digunakan masyarakat dan wisatawan.

Dalam konferensi pers tersebut, Kombes Pol Andre Librian didampingi Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Wahyudi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....