ASDP Tegaskan Komitmen Dampingi Penuh Korban Insiden KMP Aceh Hebat 2
- 30 Jun 2026 08:32 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - PT ASDP Indonesia Ferry Persero Cabang Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan secara maksimal kepada seluruh korban serta keluarga terdampak insiden di KMP Aceh Hebat 2. Di samping itu pihak manajemen juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi mendalam yang saat ini masih terus berjalan oleh tim ahli berwenang.
General Manager ASDP Cabang Banda Aceh Andri Setiawan mengatakan bahwa penyelidikan komprehensif terkait penyebab pasti insiden tersebut masih berlangsung secara menyeluruh di lapangan. Oleh karena itu pihak ASDP memilih untuk menunggu hasil keputusan resmi dari tim investigasi sebelum menyampaikan kesimpulan akhir kepada publik luas.
"Proses investigasi masih berlangsung dan dilakukan secara menyeluruh oleh tim yang berwenang. Kami menghormati proses tersebut dan menunggu hasil resmi yang nantinya akan menjadi dasar dalam mengambil langkah-langkah selanjutnya" ujar Andri Setiawan pada Minggu 28 Juni 2026.
Andri menambahkan bahwa ASDP berkomitmen memberikan dukungan total agar proses investigasi dapat berjalan secara transparan independen serta objektif. Pihak perusahaan juga dipastikan akan segera melakukan evaluasi internal menyeluruh berdasarkan hasil rekomendasi penyelidikan yang diterbitkan oleh otoritas berwenang guna memperkuat aspek jaminan keselamatan operasional pelayaran.
Selain fokus mendukung jalannya investigasi perhatian utama manajemen ASDP saat ini diprioritaskan pada upaya pemulihan jasmani dan psikologis terhadap korban beserta keluarga. Langkah ini dibarengi dengan komitmen menjaga agar pelayanan jasa penyeberangan laut kepada masyarakat pengguna moda transportasi tetap berjalan dengan aman nyaman serta optimal tanpa kendala.
"Pihak terdampak menjadi perhatian utama kami. Kami juga terus berupaya memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik sembari menjaga layanan penyeberangan agar tetap aman nyaman dan optimal bagi masyarakat" kata Andri menjelaskan prioritas penanganan saat ini.
Pihak manajemen ASDP juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang menunggu hasil keputusan investigasi resmi dan tidak menyebarkan spekulasi liar mengenai kronologi penyebab insiden sebelum ada keterangan valid dari pihak kedinasan yang berwenang.
Sebagai informasi penting insiden mematikan di dalam lambung KMP Aceh Hebat 2 tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat 12 Juni 2026. Peristiwa naas itu bermula ketika 14 orang taruna Politeknik Pelayaran bersama seorang Kepala Kamar Mesin atau KKM tengah menjalani praktik kerja lapangan di dalam ruang mesin kapal yang sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh.
Peristiwa ledakan tersebut mengakibatkan 15 orang kru di ruang mesin mengalami luka bakar serius dan harus langsung dilarikan untuk menjalani perawatan medis intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Hingga rilis berita ini dikeluarkan dua orang taruna dilaporkan telah meninggal dunia yaitu Fahri Herdi Eko asal Kota Medan Sumatra Utara serta Muhammad Bilal Ramzi warga Kota Sabang sementara korban lainnya masih terus berjuang menjalani proses pemulihan medis.
ASDP menyatakan akan terus menjalin koordinasi ketat dengan seluruh instansi terkait selama proses investigasi berlangsung serta memastikan seluruh langkah penanganan hak korban dilakukan sesuai ketentuan hukum regulasi yang berlaku. Pihak perusahaan berharap hasil investigasi akhir nantinya dapat menjadi landasan kokoh untuk memperkuat standar keselamatan kerja di atas kapal demi mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....