Kapal Kayu Angkut LPG Bongkar Muat di tengah Ramainya Arus Wisatawan ke Sabang
- 29 Jun 2026 08:04 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Aktivitas bongkar muat tabung gas LPG berbagai ukuran menggunakan kapal kayu di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang menjadi perhatian. Proses distribusi dilakukan di pelabuhan umum saat arus penumpang, yang didominasi wisatawan menuju maupun keluar dari Pulau Weh sedang tinggi.
Distributor PT Gas Aneuk Meugah Sabang Munazar Ismail atau yang akrab disapa Cicik membenarkan aktivitas bongkar muat tersebut. Saat dikonfirmasi RRI, ia menyatakan kapal kayu itu melakukan pembongkaran LPG pada Minggu pagi.
"Iya, benar," jawab Munazar melalui pesan singkat, Minggu 28 Juni 2026.
Namun hingga berita ini dihimpun, Dirinya belum memberikan penjelasan mengenai rincian jumlah tabung LPG yang dibongkar. Ia juga belum merespons pertanyaan terkait ada atau tidaknya koordinasi khusus yang dilakukan dengan pihak otoritas terkait dalam pelaksanaan bongkar muat barang berbahaya di pelabuhan umum penyeberangan penumpang itu.
Berdasarkan data manifest resmi yang diperoleh RRI dari Dinas Perhubungan Kota Sabang, aktivitas bongkar muat berisiko tinggi itu memang berlangsung di tengah puncak mobilitas warga dan pelancong.
Pada Minggu 28 Juni 2026 tercatat sebanyak 983 penumpang tiba di Sabang menggunakan kapal Ro-Ro sedangkan 680 penumpang berangkat. Sementara melalui moda kapal cepat angka pergerakan terpantau jauh lebih tinggi dengan rincian 1.635 penumpang datang serta 2.051 penumpang berangkat meninggalkan Pulau Weh
Pada hari yang sama pergerakan kendaraan bermotor di area pelabuhan juga sangat padat dimana tercatat ada 228 unit sepeda motor dan 58 kendaraan roda empat masuk ke Sabang. Adapun volume kendaraan yang keluar dari Sabang mencapai 181 unit sepeda motor serta 43 unit kendaraan roda empat.
Arus pergerakan penumpang sepanjang periode Juni hingga tanggal 28 Juni 2026 juga menunjukkan angka statistik mobilitas yang sangat luar biasa menuju Sabang. Data manifest pelayaran mencatat ada sebanyak 44.123 orang datang berkunjung ke Sabang sementara jumlah orang yang berangkat keluar tercatat menembus angka 45.695 orang pada periode yang sama.
Di sisi lain, hasil penelusuran RRI pada basis data Kementerian Perhubungan diketahui kapal kayu yang digunakan tersebut bernama Jasa Bunda 01. Kapal kayu ini terdaftar sebagai jenis kapal General Cargo dengan pelabuhan pendaftaran resmi di Sabang atas nama pemilik Sofyan AB memiliki Nomor Akta 773 tertanggal 18 Juli 2011 serta Nomor Tanda Pendaftaran 2011 QQb Nomor 773/L.
Penggunaan kapal kayu sebagai armada distribusi LPG menjadi perhatian setelah kapal pengangkut sebelumnya dengan jenis yang sama tenggelam di perairan Banda Aceh. Dalam sembilan tahun terakhir, sedikitnya tiga kapal pengangkut LPG tujuan Sabang dilaporkan mengalami insiden tenggelam.
Hingga berita ini diturunkan, RRI masih berupaya keras memperoleh keterangan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta instansi kedinasan terkait lainnya. Konfirmasi ini diperlukan untuk memperjelas mekanisme regulasi bongkar muat LPG di Pelabuhan Balohan terutama jika ditinjau dari aspek jaminan keselamatan pelayaran serta kenyamanan publik di tengah padatnya aktivitas penumpang dan wisatawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....