Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Bertambah, Taruna Asal Sabang Meninggal Dunia

  • 25 Jun 2026 23:28 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang- Korban meninggal dunia akibat ledakan KMP Aceh Hebat 2 kembali bertambah. Muhammad Bilal Ramzi (19) salah seorang taruna Politeknik Pelayaran Malahayati asal Pulau Weh, Kota Sabang, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Kamis 25 Juli 2026.

Muhammad Bilal Ramzi sebelumnya menjalani perawatan sejak 12 Juni 2026 setelah mengalami luka bakar akibat ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh Juliansyah membenarkan kabar meninggalnya korban. Ia mengatakan pihak ASDP terus melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarga sejak insiden terjadi.

“Benar bang, korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUZA,” kata Juliansyah kepada RRI.

Ia menjelaskan, pihak ASDP turut membantu proses penanganan korban, termasuk koordinasi dengan keluarga hingga proses pemulangan jenazah ke daerah asal.

Muhammad Bilal Ramzi menjadi korban meninggal dunia kedua dari insiden ledakan KMP Aceh Hebat 2. Sebelumnya, Fakhri Herdieco (19), taruna Politeknik Pelayaran Malahayati lainnya, juga meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.

Ledakan KMP Aceh Hebat 2 terjadi pada 12 Juni 2026 di ruang mesin kapal. Insiden tersebut menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar, dengan mayoritas korban merupakan taruna Politeknik Pelayaran Malahayati yang sedang menjalani praktik lapangan di atas kapal.

Seluruh korban sempat mendapatkan penanganan medis di RSUZA Banda Aceh. Beberapa korban menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius yang dialami.

Sementara itu, Humas RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Rahmadi belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kondisi terakhir korban maupun penanganan medis setelah dikonfirmasi wartawan.

Hingga saat ini, penanganan terhadap korban lainnya masih terus dilakukan oleh pihak medis. Perkembangan kondisi para korban masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....