BPJN Aceh Pastikan Jembatan Enang-Enang Tetap Dibuka, Kendaraan Berat Dilarang

  • 25 Jun 2026 10:42 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh memastikan tidak ada rencana penutupan total Jembatan Enang-Enang di jalur nasional Bireuen-Takengon, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Kepala BPJN Aceh Zulkarnaini mengatakan, informasi yang beredar terkait penutupan jembatan tersebut perlu diluruskan. Imbauan yang disampaikan pemerintah hanya ditujukan kepada kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas agar tidak melintasi jembatan yang saat ini membutuhkan perhatian khusus.

“Tidak ada rencana menutup total jembatan. Yang kami sampaikan adalah mengingatkan pengguna jalan, khususnya kendaraan bertonase besar, agar tidak melintas karena dapat membahayakan kondisi jembatan,” ujar Zulkarnaini kepada wartawan, Kamis 25 Juni 2026.

Ia menjelaskan, masyarakat yang menggunakan sepeda motor maupun berjalan kaki masih dapat memanfaatkan akses tersebut dengan tetap memperhatikan keselamatan.“Kalau masyarakat menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki, silakan. Ini jalan umum, tetapi tetap harus berhati-hati karena kondisi jembatan memang perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.

Jembatan Enang-Enang yang berada di Kampung Arul Cincin merupakan salah satu akses penting penghubung Kabupaten Bener Meriah dan Bireuen melalui jalur nasional.

Terkait pembangunan jembatan permanen, Zulkarnaini menyebut Kementerian Pekerjaan Umum telah memasukkan pembangunan tersebut dalam program tahun 2027. Saat ini pemerintah berupaya mempercepat tahapan perencanaan agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai. “Program pembangunan sebenarnya sudah direncanakan untuk 2027. Namun kami berupaya mempercepat proses desain pada 2026. Insya Allah pembangunan fisik dapat dimulai pada 2027,” ujarnya.

Menurutnya, tim teknis akan melakukan kajian lapangan sebagai bagian dari percepatan persiapan pembangunan. BPJN Aceh juga memastikan pembangunan Jembatan Enang-Enang tetap menjadi prioritas pemerintah pusat. “Kami memiliki komitmen untuk membangun jembatan ini. Programnya sudah lama direncanakan dan tetap menjadi perhatian kami,” kata Zulkarnaini.

Sembari menunggu pembangunan jembatan permanen, pemerintah telah menyiapkan jalur alternatif melalui kawasan Werlah. Namun, penggunaan jalur tersebut oleh kendaraan dalam jumlah besar berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas. “Ada jalan alternatif melalui Werlah. Akan tetapi karena kapasitas jalan daerah digunakan kendaraan dalam jumlah besar, tentu ada potensi kemacetan. Kami berharap masyarakat bersabar,” ujarnya.

BPJN Aceh memastikan satuan kerja dan pejabat pembuat komitmen di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jembatan maupun jalur alternatif untuk menjaga kelancaran arus transportasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....