Waspadai COVID-19, Petugas Kesehatan Perketat Pemantauan Jemaah Haji Aceh
- 18 Jun 2026 09:13 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Dinas Kesehatan Aceh meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit menular pada jemaah haji yang kembali dari Arab Saudi, terutama COVID-19 dan infeksi saluran pernapasan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM, mengatakan sejumlah jemaah Indonesia, termasuk dari Aceh, sempat menjalani perawatan akibat COVID-19 selama berada di Arab Saudi.
“Yang paling sedang terjadi di Arab Saudi saat ini adalah COVID-19. Beberapa jemaah Aceh juga ada yang dirawat di sana, sehingga pemeriksaan terhadap jemaah yang mengalami demam akan menjadi perhatian utama saat tiba di Aceh,” katanya.
Menurut Iman, petugas kesehatan akan melakukan skrining sejak jemaah masih berada di pesawat. Jemaah yang mengalami demam atau gangguan pernapasan akan dipisahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut setibanya di Debarkasi Aceh.
Selain COVID-19, petugas juga mewaspadai penyakit influenza, infeksi saluran pernapasan, serta kemungkinan penyakit menular lainnya yang dapat muncul setelah perjalanan panjang dari Tanah Suci. Pemantauan kesehatan tidak berhenti saat jemaah tiba di Aceh,petugas akan terus melakukan pengawasan selama dua minggu pasca kepulangan.
“Jemaah akan tetap dipantau hingga 14 hari setelah tiba di daerah masing-masing untuk memastikan tidak ada penyakit menular yang berkembang setelah kepulangan dari Arab Saudi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari delapan jemaah Aceh yang meninggal dunia selama musim haji 2026, enam di antaranya disebabkan penyakit jantung, satu karena gangguan ginjal kronis, dan satu lainnya akibat gangguan pencernaan. Karena itu, Dinas Kesehatan Aceh menekankan pentingnya pembinaan kesehatan calon jemaah sejak jauh hari sebelum keberangkatan agar kondisi fisik dan mental mereka lebih siap menjalani ibadah haji.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....