Sambut Tahun Baru Hijriah, Muslim Diajak Perkuat Akhlak Mulia

  • 14 Jun 2026 14:14 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Di tengah meningkatnya minat masyarakat dunia terhadap Islam, umat Muslim justru dituntut untuk semakin memperbaiki akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Subuh Keliling yang berlangsung di Masjid Al Ijtihad Cot Ba'U, dengan penceramah Ustad M. Haikal, S.K.M. Minggu 14 Juni 2026.

Dalam tausiyahnya, Ustad M. Haikal menyoroti fenomena semakin banyaknya warga Eropa yang memeluk Islam. Menurutnya, kehadiran berbagai pusat pembinaan mualaf di sejumlah negara menjadi bukti bahwa Islam terus menarik perhatian masyarakat dunia.

Namun, ketertarikan tersebut tidak hanya lahir dari kajian terhadap ajaran Islam, melainkan juga dari pengamatan terhadap perilaku umat Islam itu sendiri.

"Orang-orang yang ingin mengenal Islam terlebih dahulu melihat bagaimana perilaku kaum muslimin. Mereka menilai apakah ajaran yang disampaikan benar-benar tercermin dalam kehidupan pemeluknya," ucap Ustadz Haikal.

Ia menjelaskan, Rasulullah SAW telah memberikan pedoman tentang karakter seorang mukmin. Salah satunya adalah kemampuan menjaga diri dalam setiap keadaan, baik ketika berada di tengah keramaian maupun saat tidak ada seorang pun yang melihat.

Kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap perbuatan menjadi benteng utama bagi seorang Muslim untuk menjauhi hal-hal yang dilarang agama. Menurutnya, tantangan tersebut semakin relevan pada era digital saat ini.

Telepon genggam yang seharusnya menjadi sarana memperoleh manfaat kerap disalahgunakan untuk mengakses hal-hal yang tidak sesuai dengan tuntunan syariat ketika seseorang berada dalam kondisi sendiri. Karena itu, pengawasan diri atau muraqabah menjadi salah satu indikator kualitas keimanan yang harus terus dipelihara.

"Selain menjaga diri, perlu kita tekankan pentingnya berlaku adil dalam setiap kondisi, baik saat diliputi rasa senang maupun ketika sedang marah. Sikap adil, tidak boleh dipengaruhi oleh emosi, kepentingan pribadi, maupun perbedaan latar belakang. Kemampuan mengendalikan amarah dan tetap menempatkan sesuatu pada porsinya merupakan bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah SAW," tegas Ustadz Haikal.

Ia juga mengingatkan jamaah agar membiasakan hidup sederhana, baik ketika berada dalam kondisi kekurangan maupun saat memperoleh kelapangan rezeki. Menurutnya, kesederhanaan sering kali mudah dilakukan saat seseorang sedang mengalami kesulitan ekonomi, namun menjadi ujian yang lebih berat ketika berada dalam kondisi berkecukupan.

Tiga sikap tersebut, yakni menjaga diri, berlaku adil, dan hidup sederhana, disebutnya sebagai resep perbaikan diri yang diwariskan Rasulullah SAW agar umat Islam menyambut tahun Hijriah yang baru dengan kualitas keimanan dan akhlak yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....