Forum Anak: Pernikahan Dini Hambat Cita-cita Remaja

  • 11 Jun 2026 00:26 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Fasilitator Forum Anak Kota Banda Aceh, Calsa Mayfa Kusniatik, menilai pernikahan dini dapat menghambat perkembangan diri remaja karena membuat mereka kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan bakat, serta meraih cita-cita.

Dalam Dialog Perempuan dan Anak RRI Banda Aceh, Senin, 8 Juni 2026, Calsa mengatakan masa remaja merupakan fase penting untuk mencari jati diri dan mengasah potensi. Oleh karena itu, remaja seharusnya lebih fokus pada pengembangan diri dibandingkan memikul tanggung jawab rumah tangga yang membutuhkan kesiapan dalam berbagai aspek.

"Usia remaja itu fasenya kita untuk mencari jati diri dan mengasah potensi. Jadi bukan masa untuk kita memikul tanggung jawab yang berat, baik dari segi mental maupun finansial," kata Calsa.

Ia menuturkan, tidak sedikit remaja yang menikah pada usia muda harus menghentikan pendidikan dan mengubur cita-cita yang telah direncanakan sejak kecil. Padahal, masa muda merupakan waktu terbaik untuk mengeksplorasi kemampuan, memperluas pengalaman, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Menurut Calsa, kesiapan menikah tidak hanya didasarkan pada perasaan suka atau cinta. Seseorang juga harus memiliki rasa tanggung jawab, kematangan mental dan emosional, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan finansial untuk membangun rumah tangga yang sehat dan harmonis.

Ia menjelaskan, Forum Anak Kota Banda Aceh aktif melakukan edukasi kepada pelajar melalui program "Saweu Sikula" yang dilaksanakan di sejumlah sekolah. Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya perencanaan masa depan.

Tidak hanya menyasar remaja, Forum Anak juga terus mendorong perubahan pola pikir orang tua dan masyarakat yang masih menganggap pernikahan dini sebagai solusi atas berbagai persoalan kehidupan.

Sebagai penutup, Calsa mengajak para remaja untuk memanfaatkan masa muda sebaik mungkin dengan mengukir prestasi, mengejar impian, dan mempersiapkan diri sebelum memasuki jenjang pernikahan.

"Masa muda itu tidak bisa diulang lagi. Jadi habiskan dengan mengukir prestasi, mengejar mimpi, mencari jati diri, serta mempersiapkan diri sebelum membangun rumah tangga," ujarnya.

Ia menambahkan, "Pernikahan hebat itu dibangun oleh dua orang yang masing-masing sudah matang secara mental, finansial, dan komunikasi."

Dalam konteks tersebut, Calsa berharap remaja dapat mengambil keputusan secara bijak terkait masa depan mereka. Menurutnya, pernikahan bukan sekadar tentang kesiapan usia atau perasaan, melainkan kesiapan menyeluruh untuk menjalani kehidupan berumah tangga dengan penuh tanggung jawab.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....