Waspada Karhutla pada Musim Kemarau, Titik Panas di Aceh Meningkat
- 28 Mei 2026 01:17 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul lonjakan signifikan jumlah titik panas atau hotspot di Aceh dalam dua hari terakhir. Berdasarkan hasil pantauan Sensor MODIS Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS yang dilakukan tanggal 26-27 Mei 2026.
Prakirawan BMKG, Nabila, mengatakan, pantauan terbaru BMKG, tren kenaikan titik panas terdeteksi sebanyak 31 titik panas, yang seluruhnya berada di zona kuning atau tingkat kepercayaan sedang.
Namun, hanya dalam waktu 24 jam, jumlah tersebut melonjak tajam menjadi 44 titik panas yang tersebar di enam kabupaten dan kota di Aceh.
"Kondisi kemarau mempengaruhi peningkatan hotspot, disertai adanya dua titik panas dalam zona merah atau tingkat kepercayaan tinggi, yang berlokasi di wilayah Aceh Singkil,” ungkap Nabila, Rabu 27 Mei 2026.
Tidak hanya itu, Nabila menambahkan, Aceh Singkil kini menjadi wilayah yang mendominasi sebaran suhu panas tersebut dengan total terdapat 18 titik panas. 14 titik lainnya terdapat di Aceh Selatan dan 9 titik terdapat di Kota Subulussalam. Terdapat juga 1 titik masing-masing di Aceh Tenggara, Aceh Timur dan Simeulu.
Menurutnya, tingkat kepercayaan hotspot berada pada 3 level, zona hijau (rendah), zona kuning (sedang atau siaga) dan zona merah (tinggi). Jika titik panas yang muncul sudah berwarna merah (sangat tinggi/tinggi), menandakan potensi kebakaran bahaya atau cukup tinggi. Nabila menjelaskan, perkirakan titik panas berwarna merah sudah berupa titik api.
"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas jika melihat adanya kobaran api,” jelas Nabila.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....