BPS Sabang Sosialisasikan DTSEN untuk Perkuat Ketepatan Sasaran Bansos
- 20 Mei 2026 04:11 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sabang menyosialisasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kepada aparatur gampong di Kota Sabang. Sosialisasi tersebut dilakukan guna memperkuat pemahaman terkait sistem pendataan sosial ekonomi nasional yang menjadi dasar penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.
Kepala BPS Kota Sabang Budi Kurniawan menjelaskan DTSEN merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Menurutnya, data tersebut menjadi sumber utama dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan sosial dan ekonomi pemerintah.
“Tujuannya agar program pemerintah berjalan lebih tepat sasaran, efektif, efisien, dan akuntabel,” ujarnya saat dikonfirmasi RRI, Selasa 18 Mei 2026.
Budi mengatakan, DTSEN mengintegrasikan berbagai sumber data, mulai dari administrasi kependudukan Dukcapil, data kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga hasil survei dan sensus yang dilakukan BPS. Seluruh data tersebut kemudian divalidasi dan disatukan untuk menghasilkan basis data sosial ekonomi nasional yang lebih akurat.
Dalam pemaparannya, BPS juga menjelaskan bahwa DTSEN memuat 39 variabel sosial ekonomi yang digunakan untuk memetakan tingkat kesejahteraan masyarakat. Variabel tersebut meliputi kondisi perumahan, pendidikan, pekerjaan, kepemilikan aset, hingga kondisi kesehatan masyarakat.
Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan sasaran berbagai program intervensi pemerintah, termasuk bantuan sosial dan program perlindungan masyarakat lainnya.
Budi menambahkan, DTSEN bersifat dinamis dan terus diperbarui secara berkala. Hingga Januari 2026, jumlah data yang tercatat mencapai lebih dari 289 juta individu dan sekitar 95 juta keluarga di Indonesia.
Selain digunakan untuk penyaluran bantuan sosial, DTSEN juga dimanfaatkan dalam berbagai program pemerintah berbasis tingkat kesejahteraan masyarakat melalui sistem desil, mulai dari kelompok kesejahteraan terbawah hingga tertinggi.
BPS turut menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 pada Mei hingga Agustus mendatang akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan DTSEN. Pendataan dilakukan melalui pengisian kuesioner secara daring maupun pendataan lapangan secara langsung dari rumah ke rumah.
Melalui sosialisasi tersebut, aparatur gampong diharapkan memahami pentingnya validitas data sosial ekonomi masyarakat sehingga program pemerintah dapat berjalan lebih tepat sasaran di Kota Sabang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....