Pendidikan Holistik Butuh Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat

  • 09 Mei 2026 10:16 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Pendidikan holistik dinilai hanya dapat terwujud apabila tiga pilar utama pendidikan, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat, mampu berjalan selaras serta saling mendukung dalam membentuk karakter dan kemampuan anak.

Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Banda Aceh, Drs. H. Salman Ishak, M.Si., mengatakan ketiga unsur tersebut memiliki peran yang sama penting dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama.

Hal itu disampaikan Salman dalam Dialog Perempuan dan Anak RRI Banda Aceh, Senin, 4 Mei 2026. Ia menegaskan, keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun sistem pendidikan yang holistik.

“Begitu kita dengar kata pendidikan, langsung tergambar ada masyarakat, sekolah dan orang tua. Ini satu paket yang sifatnya holistik. Tidak ada satu pilar lebih penting dari yang lain,” kata Salman.

Ia menilai, iklim pendidikan di Kota Banda Aceh relatif lebih baik karena masyarakat memiliki kesadaran yang cukup tinggi terhadap pentingnya pendidikan. Selain itu, kondisi sosial masyarakat yang saling memengaruhi turut menjadi faktor pendukung dalam peningkatan mutu pendidikan di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Menurut Salman, perbedaan yang kerap muncul dalam dunia pendidikan bukan terletak pada tujuan, melainkan pada sudut pandang dan pendekatan masing-masing pihak dalam mendidik anak.

“Kalau ditanya kepada orang tua, guru, atau mahasiswa, semuanya sama-sama ingin anak pintar dan berhasil. Hanya sudut pandang dan pendekatannya yang kadang berbeda,” ujarnya.

Sementara itu, penggiat pendidikan berbasis keluarga dan masyarakat, Muhammad Taufik Abda, menegaskan keluarga merupakan penanggung jawab utama dalam pendidikan anak. Menurutnya, keluarga menjadi ruang pertama bagi anak untuk mengenal kehidupan, termasuk mengenal Tuhan, lingkungan, dan sesama manusia.

“Sekolah itu pelengkap. Masyarakat juga pelengkap. Dasar pendidikan pertama tetap berada di keluarga,” katanya.

Taufik menjelaskan, sekolah berfungsi melengkapi ilmu yang tidak dapat dipenuhi keluarga, terutama pengetahuan berbasis sains dan keahlian tertentu. Sedangkan masyarakat berperan sebagai lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak.

Ia menambahkan, lingkungan yang tidak ramah anak dapat berdampak buruk terhadap proses pendidikan, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Kalau lingkungan penuh kekerasan atau tidak ramah anak, pendidikan keluarga dan sekolah juga akan terganggu,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....