Stok Minyak Kita di Pasar Induk Menipis, Pedagang Harap Bulog Tambah Pasokkan
- 04 Mei 2026 20:18 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Stok minyak goreng subsidi merek Minyak Kita di Pasar Induk Kota Sabang mulai menipis seiring tingginya permintaan masyarakat. Pasokan yang hanya datang sebulan sekali membuat stok cepat habis karena harga lebih terjangkau dibanding minyak goreng premium.
Pedagang di Pasar Induk Sabang, Muhammad Rijal, mengatakan stok Minyak Kita dari Bulog kini hanya tersisa beberapa kotak. Ia menyebut persediaan tersebut diperkirakan cukup untuk penjualan sekitar satu minggu ke depan.
“Stok Minyak Kita sekarang tinggal sedikit dan mungkin hanya cukup untuk satu minggu ke depan. Tingginya minat masyarakat membuat stok cepat habis,” ujar Rijal, Senin 04 Mei 2026.
Sejak Januari 2026, Rijal mengaku menerima pasokan sekitar 30 kotak per bulan dari Bulog. Seluruh stok selalu habis terjual karena masyarakat lebih memilih minyak subsidi dibanding merek premium seperti Sanco dan Bimoli yang harganya lebih mahal.

Sementara itu, pelaku UMKM di Sabang, Lasmawati, mengaku kenaikan harga minyak goreng premium cukup membebani usahanya. Kondisi ini membuatnya harus lebih cermat dalam mengatur biaya produksi.
“Minyak subsidi sangat membantu kami harga jauh berbeda Cuma Rp16-17ribu perliter, terutama untuk usaha kuliner yang membutuhkan minyak dalam jumlah besar setiap hari. Jadi kalau tanpa subsidi, biaya produksi akan meningkat,” kata Lasmawati.
Menurutnya, jika pasokan minyak subsidi tersendat maka biaya produksi akan naik dan berdampak pada harga jual. Hal ini tentu akan mempengaruhi daya beli masyarakat.
Para pedagang dan pelaku UMKM berharap Bulog dapat menambah kuota subsidi serta mempercepat distribusi menjadi seminggu sekali. Langkah ini dinilai penting agar kebutuhan tetap terpenuhi tanpa lonjakan harga di pasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....