Waspada Karhutla, BMKG Temukan 17 Titik Panas di Aceh
- 03 Mei 2026 16:56 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh kembali mendeteksi belasan titik panas di Aceh. Berdasarkan hasil pantauan Sensor MODIS Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS yang dilakukan tanggal 2 Mei 2026 pukul 00.00-23.00 WIB.
Plt Kepala BMKG Aceh, Anang Arianto dalam laporan resmi yang diterima RRI, Minggu (3 Mei 2026), menjelaskan, prediksi hotspot di Aceh harus diwaspadai oleh masyarakat. Terdapat 17 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang yang tersebar di wilayah Aceh.
“Ada 17 titik panas yang terdeteksi dalam 24 jam terakhir, 8 hotspot yang didominasi di wilayah Aceh Utara. 4 titik terdeteksi di Kecamatan Pante Bidari dan Peunaron Kabupaten Aceh Timur,” ungkap Anang Arianto.
Ia menambahkan, sebaran 2 titik panas lainnya terdapat di Kecamatan Teripejaya, Kabupaten Gayo Lues. Sedangkan 1 titik panas lainnya, masing-masing terdapat di Aceh Barat Daya, Aceh Jaya dan Aceh Tamiang.
Menurutnya, tingkat kepercayaan hotspot berada pada 3 level, zona hijau (rendah), zona kuning (sedang atau siaga) dan zona merah (tinggi). Jika titik panas yang muncul sudah berwarna merah (sangat tinggi/tinggi), menandakan potensi kebakaran bahaya atau cukup tinggi. Anang menjelaskan, perkirakan titik panas berwarna merah sudah berupa titik api.
Memasuki musim kemarau, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Diperlukan kewaspadaan bagi masyarakat untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta berhati-hati dalam penggunaan api, hindari membuang puntung rokok dan hindari membakar sampah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Aceh,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....