Semangat Kartini Tetap Relevan, Perempuan Aceh Kian Berperan di Berbagai Sektor

  • 22 Apr 2026 10:01 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dinilai masih relevan dalam mendorong kemajuan perempuan Aceh di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pemerintahan, hingga ekonomi.

Tokoh adat perempuan Kota Banda Aceh, Faizah, dalam Dialog RRI Perempuan dan Anak, Senin, 20 april 2026, mengatakan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini menjadi fondasi penting dalam membuka ruang partisipasi perempuan lintas generasi.

Menurutnya, perempuan Aceh saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, khususnya di bidang pendidikan. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya perempuan yang berhasil meraih gelar akademik tinggi, bahkan hingga tingkat profesor.

“Perempuan kini tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga telah mengambil bagian di ruang publik, termasuk dalam pemerintahan. Ini merupakan bentuk emansipasi yang terus berkembang dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kontribusi perempuan juga semakin kuat dalam sektor ekonomi keluarga. Tidak sedikit perempuan yang menjadi penopang utama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, sekaligus berperan penting dalam mendidik anak.

Faizah menilai, semangat Kartini di Aceh semakin kokoh karena didukung oleh sejarah panjang perempuan hebat daerah, seperti Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meutia, dan Keumalahayati.

“Di tingkat nasional ada Kartini, sementara di Aceh kita juga memiliki pahlawan perempuan yang luar biasa. Ini menjadi kekuatan ganda dalam membangun kepercayaan diri dan peran perempuan Aceh,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran domestik dan publik. Menurutnya, perempuan tetap memiliki tanggung jawab dalam keluarga sebagai fondasi utama sebelum berkiprah lebih luas di luar rumah.

Selain itu, tantangan di era digital juga menjadi perhatian, terutama dalam menjaga nilai budaya dan adat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Perempuan, khususnya para orang tua, harus mampu membimbing generasi muda agar tidak kehilangan jati diri, termasuk dalam menjaga adat dan nilai-nilai moral,” ujarnya.

Faizah menegaskan, peran keluarga tetap menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang berakhlak, berpendidikan, dan memiliki daya saing di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....