BPBA Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Tak Menentu

  • 17 Apr 2026 23:04 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Pemerintah Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi menyusul kondisi cuaca yang tidak menentu di berbagai wilayah. Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBA, Fazli, SKM., M.Kes., menyebutkan kondisi tersebut harus disikapi serius karena berpotensi memicu berbagai bencana.

Ia menjelaskan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. “Kami memandang bahwa kondisi cuaca tak menentu di Aceh saat ini sebagai situasi serius, karena berpotensi memicu bencana hidrometeorologi dalam waktu yang cepat,” ujarnya dalam dialog Kentongan RRI Banda Aceh, Selasa (14/4/2026).

Menurut Fazli, sejumlah wilayah yang perlu diwaspadai banjir antara lain kawasan dataran rendah dan bantaran sungai seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, serta sebagian Aceh Besar. Sementara daerah pegunungan seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah rawan longsor.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor dan menetapkan status siaga hingga 20 April 2026. “Status siaga bencana hidrometeorologi ini ditetapkan sebagai langkah antisipasi atas potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir yang dapat memicu banjir dan longsor,” katanya.

BPBA juga telah mengaktifkan posko siaga 24 jam serta menyiapkan personel dan logistik untuk menghadapi kemungkinan bencana di berbagai wilayah. Fazli mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan terus memantau informasi resmi dari pemerintah, selain itu masyarakat juga diminta menjaga lingkungan, seperti membersihkan drainase serta menghindari aktivitas di daerah rawan bencana saat cuaca ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....