Kasus Infeksi Menular Seksual Meningkat pada Pria Usia Produktif

  • 14 Apr 2026 14:42 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Infeksi Menular Seksual (IMS) yang ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman, seperti perilaku berganti-ganti pasangan. Penyebab beragam, mulai dari bakteri dan virus hingga jamur dan parasit.

Dokter Spesialis Dermatology & Venereology, dr. Arie Hidayat, M Ked (DV), Sp. DVE, FINSDV, mengatakan bahwa Kasus IMS lebih banyak terjadi kepada laki-laki usia produktif karena meningkatknya hubungan sesama jenis. “Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, kasus IMS seprti HIV lebih banyak terjadi kepada laki-laki, karena peningkatan perilaku penyuka sesama jenis, dan ironisnya ini terjadi pada usia produkti,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 4 April 2026.

Beberapa jenis dan gejala penyakit infeksi menular seksual, antara lain seperti HIV/AIDS, yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Sifilais, yang ditandai dengan luka pada alat kelamin yang jika diabaikan dapat menyebar ke jantung, mata, otak, bahkan menyebkan gejala serupa stroke. Kemudian ada juga Kencing Nanah yang gejalanya berupa keluarnya nanah dari alat kelamin disertai sensasi nyeri.

Salah satu tantangan terbesar dari Infeksi Menular Seksual adalah sifatnya yang seringkali asimptomatik atau tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak penderita yang tidak sadar telah terinfeksi dan tanpa sengaja menularkan kepada orang lain.

Dokter Arie menekankan bahwa pengobatan medis hanyalah satu bagian solusi. Pencegahan yang paling efektif tentunya dimulai dari kesadaran sejak dini dan terapkan perilaku:

  1. Setia pada Pasangan, yaitu menjaga komitmen dengan satu pasangan adalah perllindungan paling ampuh terhadap penularan IMS.
  2. Skrining Sebelum Menikah dengan melakukan tes darah untuk HIV, Sifilis, dan Hepatitis sekitar 4 hingga 6 bulan sebelum menikah.
  3. Vaksinasi HPV pada usia remaja terbukti efektif mencegah risiko kutil kelamin dan kanker serviks di masa depan.
  4. Edukasi Sejak Dini. Orang tua perlu memberikan pemahaman dasar kepada anak mengenai Batasan tubuh dan bagian mana yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....