Gen Z Rentan Terjebak Validasi Media Sosial, Ini Dampaknya
- 13 Apr 2026 23:24 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Fenomena ketergantungan terhadap “likes” dan komentar di media sosial kian marak, khususnya di kalangan generasi Z. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi kesehatan mental hingga jati diri seseorang.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Bidang PPK, Salyatul Maulid, dalam dialog Cek Cerita Kamu RRI Banda Aceh, Rabu 8 April 2026. Ia menjelaskan, ketergantungan terhadap respons netizen dapat membuat seseorang kehilangan identitas diri.
Menurutnya, banyak pengguna media sosial saat ini tidak lagi mengunggah konten berdasarkan keinginan pribadi, melainkan demi mendapatkan validasi dari orang lain.
“Ketika kita terlalu bergantung pada likes dan komentar, kita sebenarnya sedang kehilangan jati diri. Kita jadi lebih fokus pada penilaian orang lain daripada diri sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, fenomena ini terlihat dari kebiasaan generasi muda yang berlomba membuat konten estetik demi menarik perhatian publik. Bahkan, tidak sedikit yang merasa kecewa atau tertekan ketika respons yang didapat tidak sesuai harapan.
Sementara itu, Ketua Korwil PII Wati Aceh, Haifa Ghalda, menilai anggapan bahwa banyaknya “likes” sebagai ukuran keberhasilan juga menjadi persoalan.
Menurutnya, tidak semua interaksi di media sosial mencerminkan apresiasi yang nyata.
“Banyak orang hanya sekadar lewat dan memberi like. Tapi kita sudah menganggap itu sebagai bentuk pengakuan. Dari situ muncul keinginan untuk terus mencari validasi,” katanya.
Ia juga menyoroti dampak lain, seperti dorongan untuk mengikuti gaya hidup tertentu demi konten, meskipun tidak sesuai dengan kondisi finansial.
Keduanya sepakat, penggunaan media sosial perlu disikapi secara bijak agar tidak mengganggu kesehatan mental serta keseimbangan hidup di dunia nyata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....