Harga Plastik di Sabang Naik hingga 80 Persen
- 08 Apr 2026 13:56 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID Sabang - Kenaikan harga plastik di Kota Sabang kian memberatkan para pelaku usaha mulai dari pedagang bahan kemasan hingga pengusaha kuliner. Lonjakan harga yang terjadi saat ini bahkan dilaporkan mencapai angka 70 hingga 80 persen serta diperparah dengan kelangkaan pasokan di tingkat distributor.
Hal ini sebagaimana diungkapkan Hendrik salah seorang penjual plastik di kawasan Jalan Perdagangan kota Sabang pada Rabu pagi 8 April 2026. Kepada awak media dirinya mengungkapkan kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh jenis produk plastik. Kondisi sulit ini mulai sangat terasa sejak berakhirnya masa Idulfitri dan tren harganya terus mengalami peningkatan hingga saat ini.
“Harga plastik sekarang naik sekitar 70 sampai 80 persen. Selain mahal barangnya juga susah didapat karena kami harus mengantre lama dari pihak distributor” ujar Hendrik.
Menurut Hadi keterbatasan pasokan ini disebabkan oleh produksi pabrik di Medan, Sumatera Utara yang belum berjalan maksimal akibat kendala bahan baku. Ia mengaku sering harus menunggu giliran pesanan dalam waktu lama karena tingginya permintaan dari berbagai daerah di Aceh.
Dampak dari tingginya harga ini juga sangat dirasakan pada daya beli masyarakat terutama pelaku UMKM. Banyak pelanggan yang biasanya membeli dalam jumlah besar kini terpaksa mengurangi jumlah pembelian demi menghemat biaya operasional.
“Pelanggan yang biasanya beli satu kilogram sekarang ada yang hanya sanggup beli setengah atau seperempat saja. Daya beli jelas menurun drastis karena kondisi pasar ini” ucap Hadi menambahkan.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Meisina seorang pedagang kuliner di Sabang yang mengaku biaya operasionalnya meningkat tajam. Ia mencontohkan harga plastik tertentu yang sebelumnya hanya Rp 4 ribu kini melonjak menjadi Rp 8 ribu per kemasan.
Meskipun biaya bahan pelengkap naik Meisina memilih untuk tidak menaikkan harga jual makanannya demi menjaga kesetiaan pelanggan. Ia menyiasati situasi ini dengan cara berhemat menggunakan plastik saat melayani pembeli.
“Kalau dulu kami bisa memberikan plastik ganda sekarang satu saja sudah cukup. Pembeli juga sudah mulai mengerti karena memang hampir semua barang sedang naik harga” tutur Meisina.
Ia menyebutkan kenaikan ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada plastik saja juga merembet ke perlengkapan lain seperti sendok dan sumpit. Namun demikian, sebagai pengusaha ia tetap bertahan dengan harga lama agar usahanya tetap berjalan dan tidak membebani masyarakat kecil.
Kenaikan harga plastik yang cukup signifikan ini ditengarai dampak berantai dari meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dan Israel serta keterlibatan Amerika Serikat. Ketidakstabilan situasi di Timur Tengah tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang menjadi bahan baku utama pembuatan bijih plastik. Kondisi geopolitik yang memanas membuat biaya logistik dan produksi pabrik ikut melambung sehingga imbasnya sangat terasa hingga ke tingkat pedagang kecil di kota Sabang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....