Krisis Iklim Memuncak, Suhu Panas Ekstrem Kian Mengkhawatirkan
- 28 Mar 2026 20:21 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID - Sabang : Krisis iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini. Perubahan iklim yang dipicu oleh berbagai aktivitas dalam setiap harinya, mulai dari pembakaran bahan bakar fosil, industri dan sebagainya, menyebabkan peningkatan suhu bumi terus bertambah secara signifikan.
Dr. Yopi Ilhamsyah, Ketua Divisi Hydrometeorological Hazard & Climate Change TDMRC USK, dalam Dialog Green Radio RRI Banda Aceh menjelaskan dampak dari perubahan iklim semakin nyata, salah satunya muncul fenomena suhu panas ekstrem yang semakin sering dirasakan.
“Ada yang namanya pemanasan global, kemudian lahirlah istilah perubahan iklim jadi panas yang sudah melebihi ambang batasnya, di ilmu cuaca dan iklim disebut dengan diatas kondisi normal atau rata-ratanya. Saat ini sedang dilanda musim kemarau tahap pertama yang harusnya awal februari namun dalam tahun ini mulai di minggu ketiga Februari,” ujarnya, Sabtu 7 Maret 2026.
Ia juga menuturkan suhu panas ekstrem bukan sekedar cuaca yang lebih panas dari biasanya, tetapi juga kondisi di mana temperatur mencapai tingkat yang berbahaya bagi kesehatan manusia, ekosistem serta aktivitas ekonomi. Gelombang panas yang berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan dehidrasi, hingga kelelahan berlebih, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan pekerja di luar ruangan.
| Baca juga: Suhu Udara Sabang Capai 32 Derajat |
Selain itu suhu panas ekstrem juga berdampak pada lingkungan, kekeringan menjadi lebih sering terjadi, cadangan air bersih menurun, serta risiko kebakaran hutan meningkat. Dalam menghadapi krisis ini diperlukan langkah nyata dari berbagai pihak, pemerintah perlu menetapkan kebijakan yang mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca, seperti transisi ke energi terbarukan dan perlindungan hutan.
Masyarakat juga dapat berkontribusi melalui perubahan gaya hidup, dengan menghemat energi, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, serta menanam pohon di lingkungan sekitar. Krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realita yang sedang kita hadapi saat ini, karena itu antisipasi berkelanjutan sangat diperlukan demi menjaga kelangsungan hidup generasi masa kini dan yang akan datang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....