Sabang Ibarat Miniatur Indonesia di Ujung Barat

  • 27 Feb 2026 03:11 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang- Kota Sabang dinilai sebagai miniatur Indonesia di ujung barat karena memiliki keberagaman suku, budaya, serta potensi alam yang berpadu dalam satu wilayah kepulauan. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan sosial dan kultural yang memperkaya identitas Sabang sebagai daerah wisata sekaligus beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua DPRK Sabang, Magdalaina, mengatakan posisi strategis Sabang sebagai titik nol kilometer Indonesia tidak hanya bermakna geografis, tetapi juga simbol persatuan. Menurutnya, masyarakat Sabang hidup berdampingan dalam keberagaman yang harmonis.

“Sabang adalah miniatur Indonesia di ujung barat. Di sini ada keberagaman suku, budaya, dan latar belakang yang hidup rukun dalam bingkai kebersamaan,” ujar Magdalaina Jumat 27 Februari.

Menurut Magdalaina, keberagaman ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sabang, mulai dari tradisi kuliner hingga aneka ritual budaya yang ditampilkan dalam festival dan perayaan lokal. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa Aceh secara umum memiliki budaya yang kuat dalam seni, musik, tari, dan kerajinan yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Potensi tersebut, kata dia, harus dikelola secara berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

“Keberagaman yang kita miliki harus menjadi modal sosial untuk membangun daerah. Dengan persatuan dan kolaborasi, Sabang bisa terus tumbuh sebagai destinasi unggulan dan daerah perbatasan yang membanggakan,” katanya.

Berdasarkan data pariwisata, lonjakan kunjungan wisata membuktikan bahwa wisata alam dan budaya tetap menjadi daya tarik utama. Kesadaran akan pelestarian lingkungan dan budaya lokal pun semakin meningkat termasuk lewat kegiatan seperti pemberdayaan masyarakat di kawasan wisata dan pelatihan pemandu pariwisata.

Selain keberagaman budaya, lanjutnya, alam Sabang juga menjadi pilar penting dalam membangun citra daerah. Pulau Weh dan perairan sekitar Sabang terkenal dengan keindahan laut, spot diving kelas dunia seperti Pulau Rubiah dan menikmati sunset spektakuler serta hutan tropis yang masih alami yang menjadi menjadi penanda kuat bagi daya Tarik wisatawan.

Magdalaina berharap seluruh elemen masyarakat terus menjaga toleransi, memperkuat identitas kebangsaan serta merawat potensi alam dan budaya yang ada. Ia menegaskan bahwa Sabang tidak hanya menjadi simbol geografis Indonesia tetapi juga cerminan nilai persatuan dalam keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa.

“Dengan persatuan dan kolaborasi semua pihak, Sabang akan terus tumbuh sebagai destinasi unggulan yang membanggakan Indonesia,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....